- John Herdman kini harus menentukan satu nama untuk mengisi posisi kiper ketiga dalam daftar final pemain Timnas Indonesia.
- Herdman baru memanggil dua penjaga gawang, yakni Nadeo Argawinata dan Cahya Supriadi.
- PSSI memang masih mencantumkan nama Teja Paku Alam dan Muhammad Riyandi dalam daftar sementara pemain.
Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, masih memiliki satu pekerjaan rumah penting sebelum membawa skuad Garuda tampil di ASEAN Championship 2026 atau Piala AFF. Ini berkaitan dengan posisi kiper nomor 3 skuad Garuda.
Setelah mempersiapkan berbagai aspek permainan, John Herdman kini harus menentukan satu nama untuk mengisi posisi kiper ketiga dalam daftar final pemain Timnas Indonesia.
Saat ini, Timnas Indonesia sedang menjalani pemusatan latihan di Bali United Training Center. Dalam agenda tersebut, Herdman baru memanggil dua penjaga gawang, yakni Nadeo Argawinata dan Cahya Supriadi.
Keduanya dipersiapkan untuk mengawal gawang skuad Garuda dalam turnamen yang akan berlangsung pada akhir tahun ini.
Namun, regulasi AFF mengharuskan setiap tim mendaftarkan tiga penjaga gawang dalam skuad final yang berisi 23 pemain.
PSSI memang masih mencantumkan nama Teja Paku Alam dan Muhammad Riyandi dalam daftar sementara pemain. Akan tetapi, kedua kiper tersebut belum bergabung dalam pemusatan latihan di Bali.
John Herdman pun memastikan komposisi penjaga gawang Timnas Indonesia belum final. Pelatih asal Inggris tersebut akan segera memanggil satu kiper tambahan untuk memenuhi kebutuhan skuad sesuai regulasi turnamen.
“Kami akan menambah kiper ketiga ke dalam daftar juga. Kami selama ini berlatih dengan dua kiper, tapi kami akan menambah yang ketiga,” kata John Herdman dalam keterangannya.
John Herdman menegaskan dirinya tidak ingin asal memilih penjaga gawang untuk mengisi posisi tersebut. Kemampuan teknis bukan satu-satunya faktor yang akan dipertimbangkan.
Baca Juga: Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
Herdman bahkan tidak ingin mengambil penjaga gawang utama dari sebuah klub jika sang pemain hanya akan berstatus sebagai pelapis di Timnas Indonesia.
Baginya, keputusan tersebut berpotensi merugikan klub yang sangat membutuhkan sang kiper, terutama ketika tim-tim sedang mempersiapkan diri menghadapi musim baru.
“Saat memilih kiper ketiga, penting bagi orang tersebut untuk memiliki kepribadian yang tepat. Tapi juga Anda tidak ingin mengambil kiper utama dari klub yang sangat mengandalkannya jika Anda bisa menghindarinya,” ucap dia.
“Lalu mengambil pemain itu dari pramusim hanya untuk menjadi kiper ketiga,” pungkas sosok yang sempat menukangi tim nasional Kanada itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Cara Cabut Berkas Motor Terbaru, Ini Syarat dan Langkah Praktisnya Biar Nggak Ribet
-
Oppo Find X10 Series Dikabarkan Direvisi, Pro Max Berpotensi Gantikan Varian Ultra
-
Dikira Rehat Saat Cari Nafkah, Sopir Truk Tebu di Malang Ditemukan Meninggal dalam Kabin
-
Mengejar Pajak Motor Sampai Pertamina, Giliran Koruptor Hanya Kias Semata
-
4 Zodiak yang Menarik Keberuntungan Melimpah Hari ini 21 Juli 2026
-
Sering Delay? INACA Ungkap Mengapa Penerbangan di Indonesia Begitu 'Unik' dan Sulit Tepat Waktu
-
Leandro Paredes Cekik Pemain Spanyol, FIFA Janjikan Investigasi Mendalam
-
Janji Manis Berujung Jeruji: Oknum ASN Jual Proyek Bodong Ditangkap Polisi Bandar Lampung
-
Likuiditas Bank Aman, OJK Akui Pembiayaan UMKM Masih Jadi Pekerjaan Rumah
-
IHSG Terancam Gagal Menembus Resistance di Tengah Kenaikan Harga Minyak