Bola / Bola Dunia
Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:42 WIB
Mirip-mirip Kantor PSSI Era Jokdri, Kantor KFA Digerebek Polisi Usut Dugaan Nepotisme [@SBS8news]
Baca 10 detik
  • Lebih dari 30 pejabat Federasi Sepak Bola Korea terseret dalam kasus suap seksual dan penunjukan pelatih tim nasional.
  • Pemerintah dan kepolisian Korea Selatan menyelidiki praktik suap wasit periode 2011–2012 serta dugaan penyimpangan penunjukan Hong Myung Bo.
  • Penyelidikan yang melibatkan mantan Ketua KFA Chung Mong Gyu ini telah berkembang menjadi sembilan kasus berbeda.

Suara.com - Dunia sepak bola Korea Selatan diguncang skandal besar.

Lebih dari 30 pejabat dan petinggi federasi dilaporkan masuk dalam pusaran dua kasus berbeda yang kini kembali disorot publik dan otoritas setempat.

Laporan media Korea seperti Segye, Daum, dan JTBC mengungkap dugaan praktik suap seksual kepada wasit internasional yang melibatkan Federasi Sepak Bola Korea (KFA) pada periode 2011–2012.

Kasus ini sebenarnya sudah tercatat dalam dokumen investigasi Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata sejak 2016, namun baru mencuat luas ke publik belakangan ini.

Surat kabar Hani menyebutkan, sedikitnya 23 pejabat KFA telah diperiksa dalam kasus tersebut.

Striker Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2026, Son Heung-min (dok. FIFA)

Dana yang digunakan dalam praktik ilegal itu juga telah ditarik kembali oleh otoritas, meski penyelidikan sebelumnya tidak menghasilkan kesimpulan final.

“Bukti-bukti dikumpulkan melalui kantor seorang anggota parlemen,” tulis laporan Hani.

Pemerintah Korea Selatan disebut tengah mendorong agenda bersih-bersih sepak bola usai Piala Dunia 2026.

Di sisi lain, skandal berbeda juga menyeret KFA.

Baca Juga: 5 Serum Korea yang Bikin Wajah Glowing, Cocok untuk Menyamarkan Noda Hitam

Kepolisian Korea Selatan melakukan penggeledahan terkait dugaan penyimpangan dalam proses penunjukan pelatih tim nasional pria, Hong Myung Bo.

Kasus ini turut menyeret mantan Ketua KFA periode 2013–2026, Chung Mong Gyu.

Menurut laporan Kyeonggi, penyelidikan ditangani oleh unit kejahatan finansial Seoul.

Hingga kini, penyidikan telah melebar ke sedikitnya sembilan kasus berbeda yang melibatkan pejabat lama maupun aktif KFA, dengan potensi jumlah bertambah.

Jika digabungkan, kedua skandal tersebut menyeret puluhan tokoh penting sepak bola Korea Selatan lintas generasi.

Load More