Bola / Bola Indonesia
Rabu, 12 Agustus 2026 | 09:33 WIB
Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts. (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)
Baca 10 detik
  • Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat sedang mengkaji sanksi *registration ban* dari FIFA terkait mantan pelatih Robert Rene Alberts pada Agustus 2026.
  • FIFA mewajibkan Persib membayar sisa kewajiban sebesar Rp581,25 juta ditambah bunga lima persen kepada Robert Rene Alberts akibat pemotongan pembayaran.
  • Persib Bandung dijatuhi larangan pendaftaran pemain oleh FIFA karena tidak melunasi kewajiban finansial dalam batas waktu 45 hari yang ditentukan.

Bobotoh Tuntut Robert Mundur

Pada 10 Agustus 2022, ribuan Bobotoh mendatangi Graha Persib di Bandung.

Salah satu tuntutan utama mereka adalah meminta Robert Alberts mundur dari posisi pelatih kepala.

Selain mendesak Robert mundur, massa juga meminta manajemen memperbaiki sistem penjualan tiket pertandingan.

Robert Tinggalkan Persib

Pada hari yang sama, Persib mengumumkan berakhirnya kebersamaan dengan Robert Alberts.

Secara resmi, Robert disebut mengambil keputusan untuk mundur demi kebaikan bersama.

Dengan demikian, 10 Agustus 2022 menjadi tanggal penting dalam hubungan Persib dan Robert.

Robert meninggalkan klub setelah lebih dari tiga tahun menangani Maung Bandung.

Baca Juga: Indonesia Hadapi Peserta Piala Dunia 2026, Cape Verde Jadi Kandidat Kuat?

Namun, berakhirnya hubungan sebagai pelatih ternyata belum menyelesaikan seluruh persoalan antara kedua pihak.

Sengketa Pembayaran

Berdasarkan dokumen FIFA dalam perkara FPSD-19488, Persib dan Robert kemudian menandatangani Proposal Pengaturan Pembayaran pada 18 Februari 2025.

Kesepakatan tersebut menyatakan Persib akan membayar total Rp3 miliar kepada Robert melalui 10 kali cicilan dari Maret hingga Desember 2025.

Rinciannya, delapan cicilan pertama masing-masing sebesar Rp225 juta, sedangkan dua cicilan terakhir pada November dan Desember 2025 masing-masing sebesar Rp600 juta.

Persoalan kemudian muncul pada pembayaran pertama.

Menurut dokumen FIFA, pada 21 Maret 2025 Persib melakukan pembayaran sebesar Rp93.749.500.

Robert menyatakan pembayaran tersebut mengalami pemotongan Rp131.250.500 yang dikaitkan dengan peningkatan kelas penerbangan.

Robert kemudian mempertanyakan pemotongan tersebut kepada pihak Persib.

Dalam dokumen FIFA, komunikasi dengan Stanley Bernard yang disebut sebagai Direktur Olahraga Persib juga menjadi bagian dari bukti perkara.

Robert Bawa Sengketa ke FIFA

Pada 4 Juni 2025, Robert Rene Alberts mengajukan gugatan terhadap Persib ke FIFA. Dalam tuntutan awalnya, Robert meminta Persib dinyatakan masih memiliki kewajiban sebesar Rp581,25 juta.

Angka tersebut terdiri dari:

  • Rp131,25 juta terkait pembayaran Maret 2025
  • Rp225 juta untuk cicilan April 2025;
  • Rp225 juta untuk cicilan Mei 2025.

Robert juga meminta bunga 5 persen per tahun atas tunggakan tersebut.

Dokumen FIFA mencatat bahwa Persib telah diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan terhadap gugatan Robert.

Namun, Persib tidak menyampaikan jawaban atas gugatan tersebut dalam proses perkara yang dicatat FIFA.

Pada 3 Oktober 2025, FIFA mengeluarkan keputusan dalam perkara FPSD-19488.

FIFA menyatakan kesepakatan pembayaran antara Persib dan Robert memang ada.

FIFA juga menilai pemotongan pembayaran Maret sebesar Rp131,25 juta tidak dapat dibenarkan.

Hasil akhirnya, Persib diwajibkan membayar Rp581,25 juta kepada Robert, ditambah bunga 5 persen per tahun sesuai ketentuan yang tercantum dalam keputusan.

FIFA tidak mengabulkan tuntutan untuk cicilan berikutnya karena saat gugatan diajukan, cicilan tersebut belum jatuh tempo.

Keputusan FIFA memberikan Persib waktu 45 hari sejak pemberitahuan keputusan untuk melunasi kewajiban beserta bunga yang berlaku.

Jika kewajiban tidak dipenuhi, FIFA dapat menjatuhkan Registration Ban, yakni larangan mendaftarkan pemain baru di tingkat nasional maupun internasional.

Pada 10 Agustus 2026, nama Persib kembali tercantum dalam daftar FIFA Registration Ban.

Status tersebut tercatat untuk tiga periode pendaftaran pemain. Persoalan tersebut kemudian dikaitkan dengan perkara Robert Alberts.

Manajemen Persib kemudian memberikan klarifikasi.

Persib menegaskan bahwa perkara tersebut merupakan kasus lama yang bermula pada 2022, bukan masalah baru yang muncul pada musim 2026/2027.

“Yang perlu kami tegaskan adalah bahwa ini merupakan kasus lama yang terjadi pada 2022, bukan kejadian baru,” kata manajemen Persib.

Load More