- Kevin Diks akan membela Timnas Indonesia pada ajang resmi FIFA ASEAN Cup 2026 di Indonesia.
- Kevin Diks menilai Borussia Monchengladbach harus bangkit setelah berjuang menghindari degradasi pada musim sebelumnya.
- Kevin Diks melihat peningkatan positif berupa kekompakan tim dan penerapan sistem empat bek bersama Borussia Monchengladbach.
Suara.com - Kevin Diks menjadi salah satu pemain yang bakal membela Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026.
FIFA ASEAN Cup 2026 direncanakan bakal berlangsung pada berlangsung mulai 23 September sampai 3 Oktober mendatang.
FIFA menunjuk Timnas Indonesia dan Hong Kong sebagai tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan dibagi ke dalam dua kategori.
Divisi teratas di mana tuan rumahnya adalah Timnas Indonesia menggunakan nama Premier Division, sedangkan Hong Kong akan jadi rumah bagi kasta kedua alias Challenge Division.
Timnas Indonesia tergabung di grup A bersama Malaysia dan Singapura, sementara India resmi mengundurkan diri.
Kevin Diks jadi salah satu pemain abroad yang bisa membela Timnas Indonesia karena FIFA ASEAN Cup menjadi salah satu agenda resmi FIFA.
Kevin Diks sendiri saat ini juga tengah menyongsong musim baru bersama Borussia Monchengladbach.
Jelang musim 2026/2027, Kevin Diks menegaskan bahwa Gladbach seharusnya tidak berada dalam situasi seperti musim sebelumnya ketika harus berjuang keras menjauh dari zona degradasi.
“Musim lalu bukanlah musim yang kami inginkan. Kami lama berjuang melawan degradasi, tetapi Gladbach bukan klub untuk hal seperti itu,” ujar Diks seperti dikutip Rheinische Post.
Baca Juga: Mees Hilgers Kembali Latihan Bersama FC Twente Jelang FIFA ASEAN Cup 2026
Namun, Diks melihat adanya perubahan positif dalam persiapan menuju musim baru.
Salah satu yang paling dirasakan bek berusia 29 tahun itu adalah meningkatnya karakter dan kekompakan di dalam tim.
“Saya melihat perubahan positif dalam hal karakter dan semangat tim,” kata Diks.
Selain persoalan mentalitas, Diks juga menyoroti perubahan pendekatan taktik Gladbach.
Mantan pemain Fiorentina dan FC Copenhagen tersebut menilai sistem dengan empat bek jauh lebih sesuai dengan karakter permainan tim saat ini.
“Selain itu, sistem dengan empat bek di lini pertahanan jauh lebih cocok,” ujar Diks.
Berita Terkait
-
Mees Hilgers Kembali Latihan Bersama FC Twente Jelang FIFA ASEAN Cup 2026
-
Timnas Indonesia Wajib Waspada, Mesin Gol JDT Selangkah Lagi Bela Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026
-
Timnas Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Punya Taring, Tapi Ada Celah
-
India Mundur, Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
-
Alasan India Lebih Pilih Brasil Dibanding Timnas Indonesia, Rela Batal Ikut FIFA ASEAN Cup 2026
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
-
Siapa Bos Gendut? Gembong Narkoba Kampung Bahari Tertangkap BNN
-
Muhammadiyah Buka Suara Soal Tantangan Hafal Alquran Berhadiah Miras di Festival Musik Ancol
-
Xavi Resmi Jadi Bos Belanda, Eks Barcelona Itu Janjikan Oranje Bakal Kembali Total Football
-
Bolehkah Memakai Serum Vitamin C dan Niacinamide Bersamaan?
-
4 Ide OOTD Contemporary Streetwear ala S.Coups SEVENTEEN, Keren Tanpa Ribet
-
Danantara Bangun Pabrik Magnet Permanen, untuk Komponen EV hingga Senjata Canggih
-
KPA Tangerang Temukan 203 Kasus HIV hingga April 2026, Layanan Deteksi Diperluas
-
Mengenal Sifat Buruk dan Sisi Gelap Shio Kuda yang Jarang Diketahui, Ini Daftarnya
-
Tak Ada Bekas Luka, Tim Forensik Selidiki Kemungkinan Racun di Jasad Sutrimo