Bola / Bola Indonesia
Rabu, 02 September 2026 | 13:07 WIB
Pesepak bola Persija Jakarta Maxwell Souza (tengah) berebut bola diadang pesepak bola Borneo FC Rivaldo Pakpahan (kanan) pada lanjutan Liga 1 di Stadion Jakarta International Stadium (JIS) di Jakarta, Selasa (3/3/2026). ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/nz
Baca 10 detik
  • Borneo FC menganggap laga kontra Persija seperti pertandingan biasa tanpa persiapan khusus.

  • Manajemen menepis isu kabut asap dan memastikan Samarinda siap menggelar pertandingan.

  • Pesut Etam membidik kemenangan di Stadion Segiri demi memulai musim dengan hasil positif.

Suara.com - Borneo FC Samarinda akan mengawali perjalanan di Super League 2026/2027 dengan menghadapi Persija Jakarta. Hal tersebut tidak membuat tuan rumah panik dengan status Macan Kemayoran sebagai klub besar.

Pertandingan pekan pertama tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (5/9/2026).

Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, memilih bersikap santai menjelang pertandingan tersebut. Ia menegaskan timnya tetap menjalani persiapan seperti biasa tanpa memberikan perlakuan khusus hanya karena lawan yang dihadapi adalah Persija.

Borneo FC gagal menang usai ditahan Persijap Jepara 0-0 di pekan ke-33 Super League. Pesut Etam kini tertinggal dua poin dari Persib Bandung. [Dok. IG Borneo FC]

"Biasa-biasa saja, tidak ada yang harus saya khawatirkan karena memang kita setiap tahunnya ketemu," kata Dandri di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Borneo FC memang memiliki keuntungan karena tampil di hadapan pendukung sendiri. Meski begitu, Dandri tetap menyadari pertandingan pertama musim baru membutuhkan konsentrasi penuh.

Menurutnya, persaingan Super League 2026-2027 akan berlangsung ketat. Hampir seluruh klub melakukan pembenahan skuad sehingga kekuatan setiap tim patut diperhitungkan.

Karena itu, Dandri tidak hanya menganggap Persija sebagai lawan yang berbahaya. Baginya, seluruh peserta Super League memiliki kualitas dan berpotensi menyulitkan Borneo FC.

"Semua tim lawan ini kuat. Jadi semua kita harus hadapi," ujar Dandri.

Sikap tersebut menunjukkan Borneo FC tidak ingin terlalu terpaku pada reputasi lawan. Fokus mereka adalah memastikan tim berada dalam kondisi terbaik ketika pertandingan berlangsung.

Baca Juga: Persija Bawa Kabar Buruk Jelang Kick Off Super League, Ruang Ganti Sedang Tidak Baik-baik Saja

Selain kekuatan Persija, kondisi Samarinda sempat menjadi perhatian menjelang pertandingan pembuka Super League. Sebelumnya, muncul isu mengenai kabut asap yang dikaitkan dengan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan.

Situasi tersebut sempat dikhawatirkan mengganggu persiapan maupun pelaksanaan pertandingan Borneo FC kontra Persija. Namun, Dandri memastikan kondisi Samarinda saat ini baik dan tidak ada persoalan kabut asap.

"Malahan isunya Kalimantan Timur, Samarinda, asap lah, Samarinda nggak ada asap, sudah ya. Berkat doa teman-teman semua, untuk Samarinda," kata Dandri.

Dengan kondisi tersebut, duel Borneo FC melawan Persija tetap akan digelar di Stadion Segiri. Dandri berharap cuaca di Samarinda mendukung jalannya pertandingan pada 5 September mendatang.

"Jadi, kita bisa menggelar tanggal 5 dengan cuaca yang baik lah mestinya," tambahnya.

Bermain di kandang sendiri tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi Borneo FC. Dukungan suporter di Stadion Segiri diharapkan bisa memberikan energi tambahan bagi tim Pesut Etam untuk mengawali musim dengan hasil positif.

Load More