-
John Herdman menginstruksikan pemain Timnas Indonesia melupakan kegagalan Piala AFF 2026 jelang lawan Singapura.
-
Kehadiran pilar abroad pada FIFA ASEAN Cup 2026 meningkatkan rasa percaya diri Skuad Garuda.
-
Timnas Indonesia fokus mengonversi dominasi permainan menjadi kemenangan di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia John Herdman meminta anak asuhnya tidak terus dibayangi kegagalan di Piala AFF 2026 saat tampil pada FIFA ASEAN Cup 2026.
Timnas Indonesia memang gagal melangkah ke semifinal Piala AFF 2026 setelah hanya menempati posisi ketiga Grup A di bawah Vietnam dan Singapura.
Kini, Skuad Garuda kembali menghadapi Singapura pada laga perdana Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Jumat (25/9/2026).
Herdman menilai situasi Timnas Indonesia saat ini berbeda dibandingkan ketika tampil di Piala AFF. Salah satu perbedaan utamanya adalah komposisi pemain yang tersedia.
Pada Piala AFF, Indonesia tidak dapat diperkuat sejumlah pemain abroad. Sementara itu, FIFA ASEAN Cup 2026 masuk dalam kalender resmi FIFA sehingga lebih banyak pemain yang berkarier di luar negeri bisa bergabung.
Menurut Herdman, skuad yang tampil di FIFA ASEAN Cup merupakan kelompok pemain yang sebelumnya telah bekerja bersamanya dalam agenda internasional pada Maret dan Juni.
“Seperti yang sudah saya katakan, turnamen AFF sangat berbeda dengan FIFA ASEAN Cup. Untuk AFF, kami memiliki skuad yang berbeda,” kata John Herdman sehari jelang laga melawan Singapura.
“Ini adalah skuad yang bekerja sama dengan saya pada bulan Maret dan Juni. Kami telah menanamkan identitas yang terbukti sukses,” tegas dia.
Herdman juga menilai permainan Timnas Indonesia mengalami perkembangan positif dalam beberapa agenda sebelumnya.
Ia menyebut gaya permainan yang diterapkan mendapat respons positif dari para suporter.
“Para penggemar sangat menikmati gaya permainan kami. Kami menerima banyak tanggapan positif karenanya,” jelasnya.
Meski demikian, Herdman menyadari performa dominan di atas lapangan tidak selalu berbanding lurus dengan hasil pertandingan.
Menurutnya, sebuah tim bisa menguasai permainan, menciptakan tekanan di area pertahanan lawan, hingga unggul dalam sejumlah statistik, tetapi tetap gagal meraih kemenangan.
“Namun, sayangnya dalam sepak bola, Anda bisa mendominasi penguasaan wilayah, unggul dalam statistik umpan silang, serta sering merebut kembali bola di area pertahanan lawan, tetapi terkadang hasil akhir tidak berpihak kepada Anda,” ungkap dia.
“Ya, itulah bagian dari permainan dan kami menerimanya,” pungkasnya.