Main 10 Pemain, Elkan Baggott Bongkar Cara Timnas Indonesia Bertahan dari Gempuran Malaysia

Selasa, 29 September 2026 | 12:03 WIB
Timnas Indonesia menahan imbang Malaysia 0-0 di ASEAN Cup 2026 walau tampil dengan 10 pemain. (IG Timnas Indonesia)
BACA 10 DETIK
  • Indonesia menahan Malaysia 0-0 pada laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.

  • Kartu merah Thom Haye pada menit ke-37 memaksa Garuda bermain dengan 10 pemain.

  • Kelolosan Indonesia ke semifinal ditentukan pada laga terakhir melawan Bangladesh di SUGBK.

Suara.com - Timnas Indonesia harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-37 saat menghadapi Malaysia pada pertandingan kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Pemain tim Merah Putih Elkan Baggott buka suara perihal ini.

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026) malam WIB, skuad Garuda akhirnya mampu mengamankan hasil imbang 0-0 meski harus kehilangan Thom Haye yang mendapat kartu merah setelah melakukan tekel terhadap penyerang Malaysia, Arif Aiman.

Situasi tersebut membuat Timnas Indonesia lebih banyak bertahan, terutama pada babak kedua. 

Timnas Indonesia wajib mengalahkan Bangladesh demi menjaga peluang lolos ke final ASEAN Cup. (Antara)

Malaysia terus memberikan tekanan, tetapi lini belakang Garuda mampu menjaga gawang Maarten Paes tetap aman hingga peluit panjang.

Elkan Baggott, menilai perjuangan rekan-rekannya setelah bermain dengan 10 pemain patut diapresiasi. Menurutnya, kondisi tersebut membuat seluruh pemain harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan hasil.

"Ya, kami tahu ketika kami harus bermain dengan 10 orang bahwa kami harus bertarung, kami harus berjuang. Menurut saya kami melakukannya dengan sangat, sangat baik," ujar Elkan Baggott dalam sesi interview seusai laga.

Tambahan satu poin membuat Timnas Indonesia kini mengoleksi empat poin di Grup A. Skuad Garuda berada di posisi kedua dan memiliki jumlah poin yang sama dengan Malaysia, tetapi kalah dalam selisih gol.

Dengan satu pertandingan tersisa, Elkan Baggott menyebut peluang Timnas Indonesia untuk melangkah ke fase berikutnya masih berada di tangan mereka sendiri. Garuda akan menghadapi Bangladesh pada pertandingan terakhir Grup A.

"Sekarang semuanya bergantung pada kami di pertandingan terakhir, ada dalam kendali kami. Jadi, bermain dengan 10 orang itu selalu sulit tetapi menurut saya kami bertarung dengan sangat, sangat baik," katanya.

Perjuangan Timnas Indonesia semakin berat pada penghujung pertandingan. Malaysia terus berusaha mencari celah, tetapi para pemain Garuda rela melakukan berbagai cara untuk mencegah bola masuk ke gawang.

Salah satu momen krusial terjadi ketika Justin Hubner melakukan penyelamatan di garis gawang. Aksi tersebut menjadi salah satu penyelamatan penting yang membantu Timnas Indonesia mempertahankan skor 0-0.

"Dan tentu saja, blok penyelamat di garis gawang pada akhir pertandingan dari Justin itu sangat luar biasa. Itu terasa seperti sebuah gol bagi kami," ucap Elkan.

"Tidak, itu tidak mungkin. Segera setelah kamu bermain dengan 10 orang, kamu harus mengubah rencana," tuturnya.

Timnas Indonesia selanjutnya akan menghadapi Bangladesh pada pertandingan terakhir Grup A di SUGBK, Kamis (1/10/2026) malam WIB. 

Laga tersebut menjadi pertandingan penting bagi skuad Garuda untuk menjaga peluang melaju ke semifinal FIFA ASEAN Cup 2026.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com