Jurang Kualitas Timnas Indonesia vs Bangladesh Bikin Thomas Dooley Ketar-ketir

Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:30 WIB
Eks Pemain Leicester City Tiba di Jakarta, Siap Bela Bangladesh Lawan Timnas Indonesia [Istimewa]
BACA 10 DETIK
  • Thomas Dooley mengakui perbedaan kualitas pemain Bangladesh dan Indonesia sangat jauh berbeda.

  • Kehadiran pemain diaspora di liga elite Eropa menjadi kunci keunggulan utama Timnas Indonesia.

  • Bangladesh tetap bersiap tampil maksimal di SUGBK meski sudah dipastikan tersingkir dari turnamen.

Suara.com - Pelatih Bangladesh Thomas Dooley secara terbuka mengakui jurang kualitas yang lebar antara timnya dan Timnas Indonesia jelang duel di Jakarta. Kehadiran amunisi diaspora yang merumput di liga papan atas Eropa menjadi faktor pembeda utama bagi kekuatan Skuad Garuda.

Kedalaman armada Indonesia terbukti sangat kontras jika dibandingkan dengan komposisi pemain Bangladesh yang serba terbatas. Fenomena ini menciptakan standar permainan yang sulit diimbangi oleh negara-negara tetangga di kawasan Asia.

Jurang kekuatan ini kian mencolok karena sepak bola Indonesia sukses menggaet talenta yang berkompetisi di negara maju seperti Jerman, Belanda, hingga Italia. Sementara itu, Bangladesh sejauh ini cuma bergantung pada sosok Hamza Choudhury yang berkarier di Sheffield United.

Hamza Choudhury, gelandang Bangladesh dan Leicester City. (IG/hamzachoudhury)

"Sekarang mereka juga memiliki pemain yang bermain di level internasional di negara-negara seperti Jerman, Belanda, dan Italia. Kita tidak memiliki itu di Bangladesh dan itu membuatnya sulit," ujarnya dikutip dari Bangla Tribune.

Perhatian khusus Dooley tertuju langsung pada dua nama penting di lini belakang dan depan Indonesia, yakni Kevin Diks serta Ole Romeny. Pengalaman bertanding Kevin Diks di pentas Bundesliga bersama Borussia Moenchengladbach dinilai sebagai ancaman nyata yang sangat membahayakan.

"Kevin, pemain dari Gladbach di Jerman, sangat berbahaya. Saya tidak tahu nama semua orang," kata Dooley.

Selain sektor pertahanan, kewaspadaan tinggi pelatih asal Amerika Serikat tersebut juga mengarah pada barisan penyerang Garuda. Menurutnya, pemain yang mengisi posisi gelandang serang atau nomor 10 memiliki keunggulan teknik serta visi bermain yang jempolan.

Postur tubuh para pemain bertahan Indonesia juga menjadi sorotan tersendiri bagi juru taktik Bangladesh tersebut. Sosok jangkung seperti Elkan Baggott membuat tembok pertahanan Indonesia terlihat sangat kokoh dan sulit ditembus.

"Para pemain bertahan juga sangat tinggi, kuat, dan secara teknik bagus. Mereka 20-30 sentimeter lebih tinggi dari saya."

Meski harus menghadapi ujian berat, Dooley tetap berusaha meniupkan rasa optimistis ke dalam jiwa bertanding anak-anak asuhnya. Ia bahkan sempat melontarkan kalimat berseloroh mengenai skenario kemenangan mengejutkan bagi timnya.

"Tentu saja, jika kita bisa mengalahkan Indonesia 3-0 besok, itu akan sangat bagus. Betapa hebatnya! Tapi bisakah Anda memberi tahu saya apakah itu akan terjadi atau tidak?"

Sikap realistis tetap ditunjukkan Dooley mengingat ketajaman lini serang Timnas Indonesia yang sangat menakutkan. Daya gedor tuan rumah dinilai berpotensi menggelontorkan banyak gol jika benteng pertahanan timnya hilang konsentrasi.

"Kita tidak tahu. Karena mereka adalah tim yang hebat. Mereka memiliki kemampuan untuk mencetak empat atau lima gol," ucapnya.

Pertemuan antara Indonesia dan Bangladesh ini terjadi pada laga pamungkas penyisihan grup FIFA ASEAN Cup 2026. Laga penutup ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, pada Kamis (1/10/2026) pukul 19.30 WIB.

Bagi Bangladesh, pertandingan ini sudah tidak menentukan nasib lantaran mereka telah dipastikan tersingkir dari persaingan. Sebaliknya, laga kandang ini menjadi panggung krusial bagi Timnas Indonesia untuk menguji ketajaman skuad dan mengamankan posisi terbaik.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com