Ole Romeny: Mitchell Baker Seperti Target Man

Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:41 WIB
Pesepak bola Timnas Indonesia Ole Romeny (kanan) mencoba melewati adangan pesepak bola Timnas Bangladesh Saad Uddin (kiri) dalam pertandingan penyisihan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026). [ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/bar/wsj]
BACA 10 DETIK
  • Indonesia meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai mengalahkan Thailand via adu penalti.

  • Ole Romeny mencatatkan satu gol dan empat assist untuk Mitchell Baker sepanjang kompetisi.

  • Penyerang Fortuna Sittard tersebut menganggap trofi ini sangat bernilai bagi seluruh rakyat Indonesia.

Suara.com - Kemenangan Timnas Indonesia di panggung FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi momen bersejarah yang menegaskan solidaritas kuat antara pemain dan suporter tanah air. Skuad Garuda sukses mengamankan trofi juara usai menumbangkan Thailand lewat adu penalti 4-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin malam.

Penyerang Merah Putih, Ole Romeny, menegaskan betapa berharganya pencapaian kolektif ini bagi seluruh masyarakat.

"Sangat berarti, sangat berarti. Jika Anda melihat semua orang, anak-anak, semua orang, Anda tahu, trofi ini sangat berarti bagi Indonesia. Bagi kami, kami sangat bangga dan, ya, rasanya seperti satu keluarga besar," kata Ole kepada wartawan di mixed zon SUGBK, Senin.

Pemain Timnas Indonesia Ole Romeny (IG Timnas Indonesia)

Keputusan pelatih menurunkan Ole sebagai starter dalam empat laga terbukti menjadi skema paling mematikan selama kompetisi. Kombinasi taktik lini depan berhasil melahirkan satu gol serta empat assist penting dari kaki pemain berusia 26 tahun tersebut.

Menariknya, seluruh assist milik Ole didistribusikan secara khusus untuk memanjakan Mitchell Baker hingga keluar sebagai pencetak gol terbanyak turnamen lewat torehan lima gol.

"Ya, dia seperti seorang target man, sedangkan saya lebih seperti pemain yang memiliki peran bebas."

"Jadi, saya bergerak di sekelilingnya. Ketika saya melihat dia berlari, saya tinggal memberikan bola kepadanya dan kami bisa mencetak gol," kata pemain Fortuna Sittard itu.

Kebebasan pergerakan yang dimiliki Ole membuatnya sangat fleksibel melayani pergerakan Baker di dalam kotak penalti lawan. Kerjasama apik kedua juru gedor ini menjadi fondasi utama keberhasilan Indonesia merusak pertahanan musuh sepanjang turnamen.

Sejak melakoni laga perdana pada 20 Maret tahun lalu, Ole mencatatkan performa konsisten dengan koleksi 14 penampilan, tujuh gol, serta enam assist.

Pengalaman bertanding di Jakarta selalu memberikan dorongan emosional yang luar biasa bagi barisan penggawa skuad Garuda.

"Setiap kali kami bermain, kami merasa sangat bangga mengenakan jersi ini. Jadi, tidak, setiap saat, terutama ketika bermain di kandang, rasanya luar biasa," tutup dia.

Pertandingan final melawan Thailand berlangsung ketat hingga waktu normal selesai tanpa pemenang sebelum ditentukan lewat drama adu penalti. Gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 ini menjadi pembuktian kemajuan konsisten sepak bola Indonesia di tingkat regional.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com