Mampukah Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Kalahkan Jepang di Piala Asia 2027?

Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:46 WIB
Potret pertandingan Timnas Indonesia vs Jepang di Piala Asia. (pssi.org)
BACA 10 DETIK
  • Timnas Indonesia akan menghadapi Qatar, Thailand, dan Jepang di Grup F Piala Asia 2027 di Arab Saudi.
  • Media Jepang menyoroti kelemahan taktik timnas mereka dalam mengatasi strategi bola panjang dan duel fisik lawan.
  • Meskipun diperkuat pemain liga top Eropa, Jepang masih kesulitan mengubah pendekatan permainan saat ditekan lawan.

Suara.com - Lupakan juara FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia saat ini harus mulai fokus pada perhelatan yang jauh lebih bergengsi Piala Asia 2027.

Piala Asia 2027 bakal berlangsung 7 Januari sampai 5 Februari 2027 di Arab Saudi.

Di Piala Asia 2027, Timnas Indonesia tergabung di grup F bersama tiga tim kuat.

Anak asuh John Herdman setim dengan Qatar, Thailand yang dikalahkan di final FIFA ASEAN Cup 2026, serta kekuatan Asia, Jepang.

Nah negara terakhir jadi tim yang akan sangat menyulitkan Timnas Indonesia.

Bukan bermaksud meremehkan Qatar dan Thailand, namun melawan Jepang jadi tantangan terbesar buat Jay Idzes dkk.

Lantas apakah Timnas Indonesia mampu bisa mengimbangi atau bahkan mengalahkan Jepang di Piala Asia 2027?

Timnas Jepang. (JFA)

Timnas Jepang pernah datang ke Piala Asia dengan status sebagai salah satu favorit utama berkat komposisi pemain yang berkarier di liga-liga top Eropa.

Namun, kekuatan individu tersebut tidak otomatis membuat Samurai Biru mudah mengatasi lawan-lawan Asia.

Analisis yang dimuat media Jepang menyoroti persoalan taktik sebagai salah satu faktor utama.

Jepang dinilai kesulitan menghadapi permainan bola panjang, duel udara, perebutan bola kedua, hingga perubahan strategi lawan sepanjang pertandingan.

Salah satu persoalan paling mencolok muncul ketika Jepang berhadapan dengan tim yang mengandalkan umpan panjang dan duel fisik.

Hal itu terlihat pada Piala Asia 2023 saat Jepang menghadapi Iran di babak knock out.

Dalam laga melawan Iran di perempat final, tekanan melalui bola-bola panjang membuat garis pertahanan Jepang semakin dalam.

Kondisi tersebut juga membuat Jepang kehilangan kendali atas perebutan bola kedua di lini tengah.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com