-
Shin Tae-yong menegaskan Persija bermain tanpa tekanan meski memegang rekor kemenangan sempurna musim ini.
-
Persija Jakarta membidik poin penuh di markas PSIM Yogyakarta demi menjaga posisi papan atas.
-
Pelatih menekankan pentingnya konsistensi permainan demi memberikan sajian terbaik bagi suporter The Jakmania.
Suara.com - Shin Tae-yong menegaskan skuad Persija Jakarta siap tampil tanpa beban sedikit pun demi mempertahankan rekor kemenangan sempurna pada ajang Super League 2026/2027. Kepemimpinan dingin juru taktik asal Korea Selatan tersebut menjadi benteng psikologis utama Macan Kemayoran saat bertandang ke markas PSIM Yogyakarta pada Sabtu (10/10/2026).
Mental bertanding tim Ibu Kota berada di puncak performa berkat raihan sembilan poin bersih dari tiga laga pembuka musim. Kontras dengan tuan rumah, Laskar Mataram justru tertatih-tatih mengejar kemenangan perdana usai hanya mengemas satu poin dari tiga pertandingan awal.
Pendekatan taktis yang fleksibel serta fokus pada konsistensi kolektif membuat Shin Tae-yong tidak silau oleh capaian impresif anak asuhnya. Ia menuntut seluruh penggawa Macan Kemayoran tetap membumi dan memprioritaskan performa memikat di lapangan.
“Ah, sama sekali tidak ada tekanan. Kami akan berusaha memberikan yang terbaik seperti yang biasa kami lakukan,” kata Shin Tae-yong kepada awak media.
Persija membuktikan kapasitasnya sebagai kandidat kuat juara lewat kemenangan konsisten atas tim-tim tangguh Liga. Perjalanan manis ini diawali saat menumbangkan Borneo FC 1-0, menaklukkan rival abadi Persib Bandung 2-1, hingga membekuk Java United 1-0.
Pelatih kawakan tersebut menyadari betul bahwa rentetan hasil positif di awal musim bukanlah jaminan akhir yang manis. Keberadaan kompetisi yang teramat panjang menuntut kewaspadaan tinggi agar motivasi bertanding para pemain tidak kendur.
Prinsip kehati-hatian tetap menjadi pegangan utama pelatih dalam menatap setiap laga. Ia memandang dinamika lapangan hijau selalu penuh teka-teki yang wajib diantisipasi dengan kesiapan mental secara mendalam.
“Saya masih lapar. bola itu bundar, jadi kita tidak pernah tahu kapan dan situasi apa yang akan terjadi,” ujar Shin.
Peningkatan mutu permainan dari pekan ke pekan menjadi prioritas yang jauh lebih krusial ketimbang sekadar menjaga rekor mutlak. Pemain dituntut memberikan kemampuan 100 persen tanpa memedulikan modal hasil manis dari laga sebelumnya.
“Oleh karena itu, hal yang selalu saya tekankan kepada para pemain adalah kami harus selalu menunjukkan performa terbaik di mejelang pertandingan,” tegas dia.
Kemenangan taktis hanyalah salah satu bentuk tanggung jawab tim kepada publik sepak bola Jakarta. Senyuman puas serta rasa bangga para pendukung setia menjadi modal penting yang ingin terus dirawat oleh jajaran pelatih.
Bagi juru taktik Korea Selatan tersebut, riuh dukungan The Jakmania wajib dibayar tuntas lewat peragaan aksi memikat di rumput hijau. Setiap pertarungan dinilai sebagai panggung hiburan berkualitas tinggi untuk mengapresiasi loyalitas suporter.
“Baik kepada para suporter The Jakmania maupun suporter yang mendukung Jakarta, yang terpenting adalah kami menyajikan pertandingan yang tidak mengecewakan mereka,” pungkas Shin Tae-yong.
Kiprah dominan Persija musim ini dibangun di atas modal penting tiga kemenangan beruntun sejak pekan pertama. Menatap laga panas di Stadion Sultan Agung Bantul, anak-anak Jakarta bertekad memanfaatkan tren buruk PSIM Yogyakarta yang belum pernah menang demi membawa pulang tiga poin berharga.