Singgung Rolex, Radja Nainggolan Menyesal Tak Bela Timnas Indonesia

Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:18 WIB
Radja Nainggolan (kanan) saat bertanding melawan Persita Tangerang di Pekan Ke-23 BRI Liga 1 2023/2024. (ANTARA/Fahkri Hermansyah)
BACA 10 DETIK
  • Radja Nainggolan menyesali keputusannya tidak membela Timnas Indonesia sepanjang karier sepak bola profesionalnya.

  • Radja menyoroti besarnya fanatisme suporter serta potensi komersial tinggi bagi pemain Timnas Indonesia.

  • Eks pemain Belgia itu berandai-andai bisa memiliki karier internasional 15 tahun bersama skuad Garuda.

Suara.com - Radja Nainggolan kembali mengungkapkan penyesalannya karena tidak pernah membela Timnas Indonesia sepanjang karier profesionalnya. Ia bahkan singgung bisa mendapatkan jam Rolex jika membela skuad Garuda.

Mantan gelandang AS Roma itu mengaku baru menyadari besarnya potensi sepak bola Indonesia setelah datang dan bermain untuk Bhayangkara FC beberapa waktu lalu.

Penyesalan tersebut disampaikan Radja dalam wawancara bersama media Belgia, Nieuwsblad. Pemain yang pernah memperkuat Timnas Belgia itu mengaku dahulu tidak terlalu memikirkan kemungkinan membela skuad Garuda.

Saat masih aktif berkarier di Eropa, sepak bola Indonesia belum memberikan perspektif yang menarik baginya. Namun, setelah mengenal lebih dekat atmosfer sepak bola Tanah Air, pandangannya berubah.

Radja mengaku kagum dengan fanatisme suporter Indonesia. Ia mencontohkan bagaimana puluhan ribu penonton memadati stadion untuk menyaksikan pertandingan Timnas Indonesia melawan Vietnam maupun Irak.

"Ada tujuh puluh ribu orang di sana untuk pertandingan melawan Vietnam atau Irak, begitulah fanatiknya mereka," ujar Radja Nainggolan dikutip dari Nieuwsblad.

Selain dukungan suporter, Radja juga menyoroti besarnya potensi ekonomi sepak bola Indonesia. Menurutnya, popularitas pemain Timnas Indonesia dapat memberikan keuntungan komersial yang besar, termasuk peluang mendapatkan sponsor dari merek-merek ternama dunia.

Ia bahkan menyebut nama Louis Vuitton, Hublot, dan Rolex sebagai contoh merek yang dapat menjadi sponsor pemain di Indonesia.

"Uang juga bertebaran di sana. Para pemain bahkan disponsori oleh Louis Vuitton, Hublot, Rolex..."

Radja juga membandingkan popularitas pemain Indonesia dengan situasi sejumlah pemain muda di Belgia. Ia menyinggung Ivar Jenner yang bermain untuk Jong Utrecht, sementara pemain Timnas Indonesia berpotensi memperoleh eksposur dan peluang komersial yang lebih besar di Tanah Air.

"Sedangkan pemain internasional seperti Ivar Jenner hanya bermain untuk Jong Utrecht di sini."

"Ketenaran di sana, gembar-gembornya, untuk citra Anda—Anda juga dapat menggunakannya untuk masa depan ketika Anda berhenti bermain."

Pemain berusia 38 tahun itu mengakui bahwa dirinya dahulu tidak melihat sepak bola Indonesia dari perspektif tersebut.

Kini, setelah menengok kembali perjalanan karier internasionalnya bersama Belgia, ia merasa kehilangan kesempatan yang mungkin bisa memberikan pengalaman berbeda.

"Saat itu, saya tidak memikirkan hal itu, tetapi sekarang saya berusia 38 tahun, saya melihat hal-hal secara berbeda," ucapnya.

Radja juga menyinggung akhir perjalanan kariernya bersama Timnas Belgia di bawah asuhan Roberto Martinez.

Ia kemudian berandai-andai mengenai kemungkinan yang bisa terjadi apabila dahulu memilih Indonesia sebagai negara yang dibelanya.

"Terutama ketika saya melihat karier internasional saya di sini dan bagaimana berakhirnya di bawah (Roberto) Martinez. Saya bisa saja memiliki karier selama lima belas tahun sebagai pemain internasional Indonesia," pungkasnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com