Hampir Gabung ke Persija, Radja Nainggolan: Ternyata Tim Polisi yang Butuh Saya

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:44 WIB
Gelandang Bhayangkara FC, Radja Nainggolan (kiri) berebut bola dengan pemain Madura United dalam laga pekan ke-27 Liga 1 2023-2024 di Stadion PTIK, Jakarta, Jumat (1/3/2024). [Dok. Bhayangkara FC]
BACA 10 DETIK
  • Radja Nainggolan awalnya berniat pensiun setelah membela klub Italia SPAL pada tahun 2023.
  • Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengundang Radja menjadi duta Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia.
  • Meskipun ingin membela Persija Jakarta atau Bali United, Radja akhirnya bergabung dengan Bhayangkara FC.

Suara.com - Mantan pemain tim nasional Belgia, Radja Nainggolan, mengungkapkan bahwa Persija Jakarta atau Bali United sebenarnya menjadi klub yang ingin dibelanya ketika mendapat kesempatan berkarier di Indonesia.

Namun, perjalanan kariernya justru membawanya bergabung dengan Bhayangkara FC.

Kisah tersebut diceritakan Radja dalam wawancara dengan media Belgia, Nieuwsblad.

Pemain yang kini berusia 38 tahun itu mengaku awalnya tidak memiliki rencana untuk melanjutkan karier sebagai pesepak bola setelah meninggalkan SPAL pada 2023.

Saat itu, Radja berencana gantung sepatu setelah memperkuat SPAL di kompetisi Serie B Italia.

Duel Radja Nainggolan dan Joey Pelupessy di Divisi Dua Belgia. (Instagram/lommelskofficial)

Namun, rencana tersebut berubah setelah dirinya mendapat undangan dari Erick Thohir, yang ketika itu menjabat sebagai Ketua Umum PSSI.

Radja diminta datang ke Indonesia untuk menjadi duta Piala Dunia U-17 2023.

Kesempatan tersebut kemudian membuka jalan baginya untuk mengenal sepak bola Indonesia lebih dekat hingga akhirnya kembali bermain secara profesional.

“Saya berencana untuk berhenti bermain sepak bola setelah membela SPAL di Serie B Italia,” kata Radja Nainggolan, dikutip dari Nieuwsblad.

“Sampai mantan presiden Inter yang sekarang menjabat sebagai kepala Federasi Sepak Bola Indonesia, mengundang saya untuk menjadi duta Piala Dunia U-17,” ujarnya.

Selama berada di Indonesia, Radja menghabiskan waktu sekitar dua pekan untuk mengunjungi sejumlah kota, mulai dari Jakarta, Bandung, Solo, hingga Surabaya.

Ia menikmati perjalanan tersebut sekaligus merasakan langsung keramahan masyarakat Indonesia.

Setelah menyelesaikan kunjungannya, Radja mengaku belum mengetahui langkah selanjutnya dalam karier sepak bolanya.

Hingga akhirnya, sebuah telepon datang menawarkan kesempatan untuk kembali ke Indonesia, kali ini sebagai pemain.

“Saya menghabiskan dua minggu yang luar biasa di sana. Setelah itu, saya tidak tahu harus berbuat apa. Sampai saya mendapat telepon yang menanyakan apakah saya ingin bermain di sana,” kata Radja.

Meski bersedia menerima tawaran tersebut, Radja ternyata sudah memiliki gambaran mengenai klub yang ingin dibelanya.

Ia mengincar Persija Jakarta atau Bali United sebelum akhirnya memilih bergabung dengan Bhayangkara FC.

“Saya melakukannya dengan senang hati, tetapi saya hanya ingin bermain di Jakarta (Persija) atau Bali (United). Ternyata tim polisi negara, Bhayangkara FC, membutuhkan saya,” pungkasnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com