- Suporter Kaiserslautern diduga menyelundupkan petasan menggunakan kondom di rektum saat melawan Waldhof Mannheim Agustus lalu.
- Pemerintah Kota Mannheim menemukan bukti kondom di toilet Carl-Benz-Stadion setelah menyelidiki kerusuhan pascalaga.
- Kerusuhan laga tersebut menyebabkan 85 orang memerlukan penanganan medis dan delapan orang dilarikan ke rumah sakit.
Suara.com - Cara tak biasa dilakukan sejumlah suporter FC Kaiserslautern untuk menyelundupkan petasan ke stadion di Jerman.
Kelompok suporter ini diduga menggunakan kondom yang dimasukkan ke dalam rektum untuk mengelabui pemeriksaan keamanan saat pertandingan DFB Pokal melawan SV Waldhof Mannheim.
Temuan mengejutkan itu terungkap dari penyelidikan Pemerintah Kota Mannheim terhadap kerusuhan yang terjadi saat pertandingan pada Agustus lalu.
Bukti terkait dugaan penyelundupan tersebut ditemukan di toilet stadion Carl-Benz-Stadion, lokasi pertandingan berlangsung.
Menurut laporan Voetbalprimeur, penyelidikan yang dilakukan sekitar dua bulan setelah pertandingan mengungkap bahwa sebagian suporter tim tamu menggunakan cara tersebut untuk membawa masuk benda-benda piroteknik ke stadion.
Kepala Layanan Ketertiban dan Keamanan Mannheim menanggapi temuan tersebut.
Ia menjelaskan, banyaknya kondom yang ditemukan di toilet stadion bukan berkaitan dengan aktivitas seksual, melainkan diduga digunakan untuk menyelundupkan petasan melalui bagian tubuh yang sulit dijangkau petugas.
"Kita tidak perlu heran bahwa begitu banyak kondom ditemukan di toilet stadion," ujarnya.
Ia menambahkan, jumlah petasan yang dinyalakan selama pertandingan menunjukkan bahwa benda-benda tersebut kemungkinan tidak seluruhnya dibawa masuk melalui tubuh atau rongga tubuh manusia.
Menurutnya, penyelundupan itu juga mengindikasikan kemungkinan adanya jalur lain yang dimanfaatkan untuk membawa masuk benda berbahaya ke stadion.
Pertandingan antara Waldhof Mannheim dan Kaiserslautern berlangsung dengan tensi tinggi karena rivalitas panjang kedua kelompok suporter.
Laga Piala DFB yang digelar pada Agustus itu akhirnya dimenangi Kaiserslautern dengan skor 1-0 setelah melalui perpanjangan waktu.
Namun, pertandingan tersebut diwarnai kerusuhan serius.
Petasan ditembakkan dari tribun suporter tim tamu ke arah tribun utama, sementara para pemain dari kedua kesebelasan juga sempat terlibat perselisihan di lapangan.
Dampak kerusuhan itu cukup besar. Sebanyak 85 orang, termasuk 35 polisi, dilaporkan membutuhkan penanganan medis, sedangkan delapan orang harus dibawa ke rumah sakit.