Serena Francis Nahkodai Garudayaksa Women, Siap Buat Kejutan di IWL 2026/2027

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:05 WIB
Logo Indonesia Women League 2026/2027 (Istimewa)
BACA 10 DETIK
  • CEO Garudayaksa FC Dusan Bogdanovic resmi menunjuk Serena Francis sebagai manajer Garudayaksa FC Women pada 14 Oktober 2026.
  • Serena Francis memiliki pengalaman sebagai CEO Bintang Timur Academy dan asisten manajer Timnas Indonesia U-16.
  • Garudayaksa FC Women dijadwalkan memulai debut kompetisi Indonesia Women’s League melawan Persita Women pada 18 Oktober 2026.

Suara.com - Garudayaksa FC resmi menunjuk Serena Francis sebagai manajer Garudayaksa FC Women untuk menghadapi Indonesia Women’s League (IWL) 2026/2027. Penunjukan tersebut diumumkan CEO Garudayaksa FC, Dusan Bogdanovic, pada 14 Oktober 2026.

Serena diharapkan mampu menyatukan potensi para pemain menjadi tim yang solid sekaligus memperkuat koordinasi dengan jajaran pelatih.

Kehadirannya juga menjadi bagian dari upaya Garudayaksa FC membangun fondasi pembinaan sepak bola perempuan yang berkelanjutan.

Serena Francis Nahkodai Garudayaksa Women, Siap Buat Kejutan di IWL 2026/2027 (dok. Garudayaksa)

Dusan berharap Serena dapat memastikan seluruh dukungan manajemen berjalan optimal sehingga pelatih dan pemain bisa berkonsentrasi mengembangkan permainan serta bersaing memperebutkan prestasi.

“Kami ingin talenta yang ada tumbuh menjadi tim yang solid dan berani melampaui ekspektasi. Serena diharapkan memastikan dukungan manajemen berjalan baik agar pelatih dan pemain dapat fokus mengembangkan permainan serta memperjuangkan prestasi,” ujar Dusan dalam keterangannya.

Serena bukan sosok baru dalam pengelolaan sepak bola. Sejak 2021, ia telah berpengalaman sebagai CEO sekaligus manajer tim Bintang Timur Academy di Atambua.

Selain itu, Wakil Wali Kota Kupang tersebut pernah menjabat sebagai asisten manajer Timnas Indonesia U-16 saat mengikuti Barcelona Football Festival di Spanyol pada 2023.

Pengalaman itu menjadi bekal Serena dalam menjalankan tugas barunya bersama Garudayaksa Women.

Dalam menjalankan perannya, Serena menyatakan siap mendukung visi Pelatih Kepala Yopie Riwoe. Sang pelatih menempatkan Garudayaksa Women sebagai tim underdog yang bisa tampil tanpa beban sekaligus berusaha menghadirkan kejutan di IWL 2026/2027.

Bagi Serena, status tersebut bukan alasan untuk membatasi ambisi tim. Ia menilai kekuatan Garudayaksa Women harus dibangun melalui kepercayaan, kekompakan, serta kesempatan bagi setiap pemain untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

“Status underdog bukan batas ambisi. Coach Yopie meramu kekuatan di lapangan, kami memastikan dukungan di belakangnya. Merajut talenta berarti membangun kepercayaan, kekompakan, dan kesempatan agar setiap pemain berani menunjukkan kemampuan terbaiknya,” kata Serena.

Ia menegaskan bahwa kejutan tidak bisa diraih hanya dengan mengandalkan semangat. Persiapan disiplin dan kerja sama seluruh elemen tim menjadi faktor penting untuk menghadapi persaingan di kompetisi mendatang.

“Kami ingin tumbuh dalam setiap pertandingan. Dengan tim yang solid dan semangat pantang menyerah, kami siap memperjuangkan hasil terbaik sekaligus membuka ruang lebih luas bagi perempuan untuk berprestasi melalui sepak bola,” tambahnya.

Garudayaksa Women dijadwalkan memulai kiprahnya di IWL 2026/2027 dengan menghadapi Persita Women pada 18 Oktober 2026.

Pertandingan tersebut menjadi kesempatan pertama bagi Serena dan tim untuk menunjukkan hasil persiapan mereka sekaligus membuka perjalanan di kompetisi sepak bola perempuan Indonesia.

Dengan kombinasi pengalaman manajemen, arahan pelatih, dan potensi para pemain, Garudayaksa Women berupaya membangun tim yang kompetitif.

Meski berstatus underdog, mereka tetap membidik hasil positif dan berharap mampu menghadirkan kejutan sejak awal kompetisi.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com