- Peter Schmeichel meyakini manajemen Manchester United tidak akan memecat pelatih Michael Carrick dalam waktu dekat.
- Manchester United saat ini berada di peringkat ke-13 klasemen setelah gagal menang dalam enam laga beruntun.
- Schmeichel menilai Carrick masih membutuhkan waktu serta kesempatan bursa transfer untuk memperbaiki performa tim.
Suara.com - Legenda Manchester United, Peter Schmeichel, meyakini Michael Carrick tidak berada dalam ancaman langsung pemecatan meski performa Setan Merah tengah menurun.
Schmeichel menilai manajemen MU masih menaruh kepercayaan besar kepada Carrick dan akan memberinya waktu untuk membangun kembali kekuatan tim.
Pernyataan Schmeichel muncul setelah Manchester United bermain imbang 1-1 melawan Leeds United di Elland Road.
Hasil tersebut memperpanjang tren tanpa kemenangan MU menjadi enam pertandingan di seluruh kompetisi.
MU kini terpuruk di peringkat ke-13 klasemen sementara Liga Inggris 2026/2027.
Situasi itu membuat tekanan terhadap Carrick semakin besar, terlebih setelah timnya mengalami kekalahan dari Atletico Madrid pada pekan sebelumnya.
Namun, Schmeichel menilai belum ada alasan untuk langsung mencopot Carrick dari kursi pelatih.
Mantan kiper asal Denmark tersebut menyebut petinggi klub masih yakin Carrick merupakan sosok yang tepat untuk masa depan Manchester United.
“Apakah dia berada dalam bahaya langsung dipecat? Saya sama sekali tidak berpikir demikian,” ujar Schmeichel dalam program Viaplay.
Schmeichel bahkan menilai Carrick layak mendapatkan setidaknya dua kesempatan bursa transfer tambahan sebelum kinerjanya dievaluasi secara serius.
Menurutnya, periode tersebut dapat memberikan ruang bagi sang pelatih untuk membentuk skuad sesuai kebutuhan taktiknya.
“Mereka berpikir dia adalah masa depan klub. Mereka akan memberinya waktu dan kesempatan melalui bursa transfer, lalu kita lihat hasilnya,” kata Schmeichel.
Ia menegaskan, tekanan terhadap pelatih Manchester United memang selalu besar karena ekspektasi klub yang tinggi.
Namun, Schmeichel meminta agar tekanan tersebut tidak langsung berujung pada keputusan pemecatan sebelum Carrick memperoleh kesempatan yang cukup.
Carrick sebelumnya dipercaya menangani MU setelah menggantikan Ruben Amorim.
Ia berhasil membawa Setan Merah finis di posisi ketiga Liga Inggris musim lalu sekaligus mengamankan tiket ke Liga Champions, sebelum akhirnya mendapatkan jabatan pelatih secara permanen pada musim panas 2026.
Sayangnya, awal musim 2026/2027 berjalan sulit bagi Carrick.
Performa yang tidak konsisten membuat optimisme pendukung MU mulai memudar, sementara kritik terhadap manajemen dan arah pembangunan tim semakin menguat.