- Dwight Yorke dan United Legends kalah 2-3 dari North London Legends di Stadion Utama GBK, Jakarta, Sabtu lalu.
- Mantan penyerang Manchester United tersebut memuji keramahan warga, kuliner, serta antusiasme suporter ibu kota Indonesia.
- Pertandingan reuni mantan bintang Liga Inggris ini menghadirkan nostalgia dan mempererat kembali hubungan antarpemain.
Suara.com - Mantan penyerang Manchester United, Dwight Yorke, membagikan kesannya setelah tampil dalam laga ekshibisi yang mempertemukan United Legends dan North London Legends di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu lalu.
Pertandingan reuni tersebut menghadirkan kembali sejumlah mantan pemain dari dua kubu yang pernah bersaing di Liga Inggris. Meski berstatus laga persahabatan, pertandingan berlangsung kompetitif hingga berakhir dengan kemenangan North London Legends 3-2.
Dwight Yorke Puji Pesona Jakarta
Bagi Dwight Yorke, Jakarta memiliki tempat istimewa. Meski dikenal dengan lalu lintas yang padat, ibu kota Indonesia itu tetap menawarkan daya tarik tersendiri bagi mantan pemain berusia 54 tahun tersebut.
"Ya, Jakarta selalu menjadi salah satu tempat yang istimewa," kata Yorke pada jumpa pers setelah pertandingan usai.
"Meskipun lalu lintasnya terkadang agak semrawut, namun di luar itu, makanan, orang-orangnya, serta segala hal tentang Jakarta adalah hal yang selalu kami nantikan saat berkunjung ke sini," lanjutnya memberikan pujian.
Antusiasme suporter yang hadir juga meninggalkan kesan positif bagi Yorke. Ia berharap bisa kembali berkunjung ke Indonesia pada kesempatan berikutnya.
"Semoga kami bisa kembali lagi," ungkapnya penuh harap.
"Terima kasih banyak atas dukungan kalian semua dari kedua kubu, baik untuk Arsenal maupun tentunya Manchester United," sambung mantan mesin gol Setan Merah tersebut.
United Legends Kalah 2-3 dari North London Legends
Selain menikmati suasana Jakarta, Yorke juga menyoroti jalannya pertandingan yang berlangsung lebih kompetitif dari perkiraan awal.
United Legends harus mengakui keunggulan North London Legends dengan skor 2-3. Hasil tersebut membuat Yorke kecewa, meski ia tetap mengakui permainan lawan.
"Awalnya selalu dimulai dengan santai dan bersahabat, namun kemudian berubah menjadi agak keras di atas lapangan," jelas Yorke menceritakan jalannya laga.
"Tentu kami kecewa menelan kekalahan," tegasnya dengan raut wajah serius.
"Ini bukan jenis pertandingan di mana kami senang menerima kekalahan," tambahnya menegaskan mentalitas kompetitifnya.