Calvin Verdonk Bongkar Borok Pertahanan Lille usai Dihajar Galatasaray 2-4

Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:10 WIB
Rating Calvin Verdonk: Tampil Solid, Bawa Lille Naik di Klasemen Ligue 1 [@LOSC_EN]
BACA 10 DETIK
  • Lille kalah 2-4 dari Galatasaray meski Calvin Verdonk tampil sejak menit awal sebagai bek kiri.

  • Calvin Verdonk menyoroti kelengahan lini belakang Lille yang sangat mudah kebobolan melalui situasi bola mati.

  • Lille terlempar ke peringkat ke-31 klasemen Liga Champions setelah menelan tiga kekalahan berturut-turut.

Suara.com - Bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, menyoroti rapuhnya pertahanan Lille setelah timnya kalah 2-4 dari Galatasaray pada matchday ketiga fase liga Liga Champions 2026/2027, Kamis (22/10/2026) dini hari WIB.

Bermain di hadapan pendukung sendiri, Lille sebenarnya mampu memberikan perlawanan. Namun, buruknya koordinasi di lini belakang membuat tim asuhan Davide Ancelotti gagal mengamankan hasil positif.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Prancis tersebut, Verdonk dipercaya tampil sebagai starter dan menempati posisi bek kiri.

Potret Calvin Verdonk dalam laga Lille vs Angers. (Instagram/losclive)

Kesempatan ini menjadi kali pertama pemain berusia 29 tahun itu bermain sejak menit awal di Liga Champions musim ini.

Sayangnya, debut sebagai starter itu berakhir pahit. Lille dua kali unggul melalui Soriba Diaoune, tetapi Galatasaray mampu membalikkan keadaan dan membawa pulang kemenangan dengan skor 4-2.

Galatasaray membuka keunggulan lewat Yunus Akgun pada menit kedua. Lille kemudian merespons melalui Diaoune pada menit ketujuh.

Penyerang tersebut kembali mencetak gol pada menit ke-39, tetapi Aleksey Batrakov menyamakan kedudukan untuk Galatasaray menjelang turun minum.

Skor 2-2 bertahan hingga babak pertama berakhir. Selepas jeda, pertahanan Lille kembali menjadi sorotan setelah Nabil Bentaleb mencetak gol bunuh diri pada menit ke-52. Victor Osimhen kemudian memastikan kemenangan Galatasaray lewat golnya pada menit ke-61.

Verdonk mengakui Lille sebenarnya sudah mempersiapkan strategi untuk menghadapi pertandingan tersebut. Namun, timnya terlalu mudah kehilangan keunggulan karena gagal mengantisipasi serangan lawan dengan baik.

"Menurut saya, kami punya rencana yang bagus, tetapi kami terlalu mudah kebobolan," kata Verdonk, dikutip dari Le Petit Lillois.

Bek Timnas Indonesia itu secara khusus menyoroti gol ketiga Galatasaray yang bermula dari situasi sepak pojok. Menurutnya, kelengahan dalam mengatur pertahanan membuat lawan bisa kembali unggul.

"Semuanya bermula dari sepak pojok. Pertahanan kami kurang baik dan mereka langsung mencetak gol, mengubah skor menjadi 2-3," lanjutnya.

Verdonk menilai Lille harus segera berbenah, terutama dalam memaksimalkan peluang dan memperbaiki organisasi pertahanan. Ia menegaskan timnya perlu meningkatkan performa di kedua sisi permainan agar tidak kembali kehilangan poin.

"Menurut saya, kami harus menuntaskan berbagai hal. Kami harus melepaskan tembakan, mencetak gol, (dan) bertahan lebih baik di dalam kotak penalti. Kami harus tampil lebih baik di kedua area, baik dalam pertahanan maupun penyerangan,” tegas Verdonk.

Kekalahan dari Galatasaray semakin memperburuk catatan Lille di Liga Champions musim ini. Mereka telah menelan tiga kekalahan beruntun, hanya mampu mencetak empat gol, dan sudah kebobolan 10 kali.

Hasil tersebut membuat Lille terpuruk di peringkat ke-31 klasemen sementara fase liga dengan nol poin dari tiga pertandingan. Mereka masih memiliki lima laga tersisa untuk memperbaiki posisi dan menjaga peluang melaju ke fase berikutnya.

Dalam format Liga Champions musim ini, delapan tim teratas pada klasemen akhir fase liga berhak langsung melaju ke babak 16 besar. Sementara itu, tim yang finis di posisi kesembilan hingga ke-24 harus melewati babak play-off.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com