Suara.com - Bank Rakyat Indonesia ternyata telah dirintis sejak era kolonial, sebelum tahun 1900-an. Tidak sedikit yang juga penasaran sebenarnya siapa sosok dibalik pendirian Bank BRI ini.
Sebelum adanya bank tersebut, salah satu kebiasaan yang umum dilakukan masyarakat era kolonial adalah urusan pinjam-meminjam dengan lintah darat. Namun demikian terjadi sebuah terobosan, yang menjadi cikal bakal Bank BRI.
Cikal Bakal Bank BRI
Sebagai seorang Patih Banyumas, sosok Raden Bei Aria Wirjaatmadja tidak bisa dilepaskan dari sejarah berdirinya BRI. Berawal dari keresahannya pada kebiasaan meminjam masyarakat pada lintah darat, beliau kemudian mengembangkan kemampuan pengelolaan keuangannya untuk membantu masyarakat dalam skala yang lebih besar.
Sejak bulan April 1894, Wirjaatmadja sudah dipercaya mengelola kas masjid kota Purwokerto senilai 4,000 gulden. Uang ini kemudian digunakan untuk memberikan pinjaman pada pegawai rendahan yang membutuhkan, serta para petani.
Pada akhir tahun 1895, didirikan lah De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden, atau yang dikenal dengan nama lokal Bank Simpan Pinjam Pemuka Bumiputera Purwokerto.
Pendiriannya dilakukan bersama dengan Raden Atma Soepradja, Raden Atma Soebrata, dan Raden Djaja Soemitra. Perkembangannya terus terjadi bahkan setelah pergantian jabatan asisten residen.
Perkembangan terus terjadi hingga pada akhir era 1900-an, ketika namanya berubah menjadi Bank Rakyat atau Bank Desa, yang memiliki cabang di beberapa lokasi. Sempat mengalami pasang surut di era penjajahan Jepang, nama Bank Rakjat Indonesia diresmikan dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 1 Tahun 1946, tertanggal 22 Februari 1946. Statusnya juga berubah menjadi Bank Pemerintah.
Profil Raden Bei Aria Wirjaatmadja
Baca Juga: Siapa yang Bakal Terdegradasi di BRI Liga 1 2023-2024 Setelah Persikabo 1973 dan Bhayangkara FC?
Lahir pada Agustus 1831 silam, Raden Bei Aria Wirjaatmadja dikenal sebagai seorang patih yang sederhana dan gemar membantu masyarakat miskin di area Banyumas. Tidak jarang ia memberikan pinjaman dari uang pribadinya, sebelum kemudian mendirikan Bank BRI bersama koleganya.
Sejarah mencatat namanya pernah menjadi juru tulis kontrolir Belanda, kemudian menjabat sebagai Patih Purwokerto, menjadi perintis pinjaman untuk rakyat atau sistem koperasi, dan kemudian menjadi pendiri Bank Priayi Purwokerto sebelum menjadi BRI.
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
-
Strategi BRI Pertahankan Mutu Standar Sesuai Sertifikasi ISO BCMS 22301
-
Jadwal Siaran Langsung BRI Liga 1 Hari Ini, Ada Persebaya Surabaya vs Bali United
-
Jokowi Puji AgenBRILink: Nilai Transaksi Rp1.400 triliun, Bukan Sesuatu yang Mudah!
-
BRI Jadi Bank Penyalur KUR Pertanian Terbesar di Lampung
-
Siapa yang Bakal Terdegradasi di BRI Liga 1 2023-2024 Setelah Persikabo 1973 dan Bhayangkara FC?
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
The Blanket Cats: Ketika Kehadiran Kucing Menjadi Obat bagi Luka Hati
-
Krisis Imigran Maroko ke Spanyol Disorot, Dugaan Ada Campur Tangan Israel
-
Kisah Haru Lia di Sekolah Rakyat, Untuk Pertama Kalinya Mengenakan Seragam Baru
-
Harga Cuma Rp1 Jutaan, 5 HP Ini Punya Kamera di Atas Ekspektasi
-
Telan Anggaran Rp 3,82 Triliun, Purbaya Minta Fasilitas Sekolah Rakyat Layak Dipakai
-
Kapal Mutiara Sentosa Terbakar di Perairan Madura, Penumpang Terjun ke Laut
-
Kinerja Ekspor Industri Tekstil RI Diproyeksi Moncer pada 2027, Tumbuh hingga 4%
-
Disumbang Pemerintah, Laba Bersih Pupuk Indonesia Meroket 250,3% di Semester I-2026
-
Pemda Guyur Anggaran Rp 500 Juta buat Alokasi Pendidikan
-
Ironi Ruang Kota: Ketika Mal Harus Terbuka, tapi "Rumah Rakyat" Dipagari Kawat Berduri