Suara.com -
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mendukung rencana pemerintah untuk memperpanjang kebijakan stimulus restrukturisasi kredit yang terdampak COVID-19 hingga 2025. Program ini sebelumnya telah berakhir pada 31 Maret 2024 setelah pandemi dinyatakan berakhir.
Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari, menyatakan bahwa jika kebijakan perpanjangan restrukturisasi ini telah ditetapkan oleh pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), maka BRI akan mematuhi dan melaksanakannya.
"BRI telah melaksanakan program restrukturisasi COVID-19 sejak diterbitkannya POJK No. 11/POJK.03/2020 pada Maret 2020 dan telah menyelesaikannya pada 31 Maret 2024 sesuai dengan Keputusan Dewan Komisioner OJK No 34/KDK.03/2022," ujar Supari kepada Kumparan, Rabu (26/6).
Dalam melaksanakan restrukturisasi kredit UMKM yang terdampak COVID-19, BRI berfokus pada pemulihan nasabah. Selain itu, untuk memastikan kehati-hatian selama pandemi, BRI telah menyiapkan pencadangan lebih konservatif sesuai PSAK 71 guna mengantisipasi risiko di masa depan.
Hingga akhir Maret 2024, kualitas kredit BRI tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) sebesar 3,11 persen dan cakupan NPL sebesar 214,26 persen.
"Ke depan, BRI berharap adanya kebijakan yang dapat memperkuat daya beli masyarakat dan meningkatkan konsumsi rumah tangga, karena dua faktor tersebut menjadi pendorong utama pertumbuhan kredit UMKM, yang merupakan kontributor utama dan tulang punggung perekonomian Indonesia di tengah kondisi makro ekonomi yang menantang," kata Supari.
Presiden Jokowi sebelumnya meminta agar restrukturisasi kredit akibat pandemi COVID-19 diperpanjang hingga 2025. Permintaan ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, setelah sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (24/6/2024).
Menurut Airlangga, sesuai dengan arahan Jokowi, restrukturisasi kredit akibat COVID-19, yang seharusnya berakhir pada Maret 2024, diusulkan ke OJK melalui KSSK dan Gubernur BI untuk diperpanjang hingga 2025.
Selama empat tahun pelaksanaannya, stimulus restrukturisasi kredit ini telah dimanfaatkan sebesar Rp 830,2 triliun, yang diberikan kepada 6,68 juta debitur.
Baca Juga: Bank BRI Minta Nasabah Tingkatkan Kewaspadaan pada Bahaya Penipuan Online
Airlangga menilai kebijakan ini dapat membantu perbankan mengurangi cadangan kerugian terkait Kredit Usaha Rakyat (KUR).
"Kalau kita lihat, outstandingnya sudah turun banyak. Pada Oktober 2020 ada Rp 830 triliun dan pada Maret sudah turun menjadi Rp 228,2 triliun," ujar Airlangga.
Berita Terkait
-
Dari Chatbot Hingga Analisis Risiko: Bagaimana AI Membawa BRI Menuju Efisiensi
-
Pengertian dan Cara Bikin User ID BRImo Tanpa RIbet
-
Rekrutan Baru, Mitsuru Maruoka Bertekad Gondol Titel Juara Liga 1 Bareng Bali United
-
Sukses Juara Liga 1 2023/2024, Bos Persib Kini Duduki Jabatan Penting LIB
-
Beda dengan yang Didapat Persib Musim Lalu, Hadiah Liga 1 2024/2025 Naik 50 Persen
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim