Suara.com - BRI bersama Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta memberikan pendampingan kepada 15 desa terbaik hasil seleksi dari 40 desa yang diambil dari 473 peserta pelatihan online New Desa BRILiaN Batch 1 tahun 2024 pada tahap pemberdayaan.
Wakil Rektor bidang Riset dan Inovasi (Risnov) UNS Surakarta, Kuncoro Diharjo, di Solo, Jawa Tengah, Rabu menyampaikan bahwa pendampingan ini berfokus pada kegiatan pemberdayaan desa yang mencakup workshop, diskusi, praktik, serta eksplorasi potensi desa dan UMKM dalam mengembangkan potensi ekonomi desa yang dibutuhkan.
"Fokus utama pendampingan diarahkan pada aspek perencanaan pembangunan desa, perencanaan dan pelaporan keuangan desa, pengembangan inovasi dan digitalisasi desa," katanya.
Selain itu, pendampingan juga mencakup penyusunan model bisnis BUMDesa, laporan keuangan BUMDesa, tata administrasi BUMDesa, serta strategi pemasaran dan kemitraan BUMDesa dengan pihak ketiga.
Kuncoro menambahkan bahwa pendampingan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pemberdayaan dalam New Desa BRILiaN Tahun 2024 di setiap batch.
"Selain memberikan pemberdayaan berbasis kebutuhan desa, kegiatan pendampingan dilakukan untuk mencari desa yang akan dijadikan role model dalam pengelolaan dan pengembangan desa," ujarnya.
Pihaknya juga akan memberikan penguatan terkait inovasi dan praktik baik yang telah dicapai oleh desa dalam kegiatan pendampingan ini.
"Kami memberikan pendampingan agar desa dapat terus meningkatkan kapasitas dalam pengembangan dan inovasi," lanjutnya.
Program ini menitikberatkan pada desa yang terpilih untuk pendampingan langsung, dengan harapan desa-desa tersebut dapat menjadi contoh bagi desa lain dalam hal pengelolaan dan pengembangan.
Baca Juga: Dari Desa BRILiaN Hingga LinkUMKM: Solusi Lengkap BRI untuk Ekonomi Makin Maju
"Desa yang mampu memberikan teladan dalam pengembangan dan inovasi diharapkan dapat meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Adapun 15 desa yang terpilih adalah Desa Batuah di Kalimantan Timur, Desa Empang Baru dan Wonosari di Riau, Desa Karang Pucung dan Sri Bawono di Lampung, Desa Simpang Sugiran dan Agam di Sumatera Barat, Desa Marihat Pondok dan Partungko Naginjang di Sumatera Utara, Desa Cipta Praja di Sumatera Selatan, Desa Serdang di Bangka Belitung, Desa Panincong di Sulawesi Selatan, Desa Tompo Bulu di Sulawesi Barat, Desa Sungai Rasau di Kalimantan Selatan, dan Desa Rutong di Maluku Timur.
Tag
Berita Terkait
-
Biaya Admin Murah & Banyak Bonus, Cuma di Tabungan BRI Simpedes!
-
Siapa Nermin Haljeta, Juru Gedor PSM Makassar? Jebolan Klub Legenda Inter Milan
-
Cara Mengajukan KUR BRI untuk Sewa Sawah, Ketahui Syaratnya!
-
Promo Chigo x Flip untuk Nasabah BRI, Nikmati Diskon hingga 50 Persen!
-
Cara Pembayaran UKT Kuliah Lewat BRImo dan ATM BRI
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
3 Shio Paling Beruntung Pekan Ini, Ketiban Rezeki dan Kesuksesan Mulai 10 Agustus 2026
-
Teks Dasa Darma dan Tri Satya Pramuka, Lengkap dengan Tips Mudah Menghafalnya
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?