Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), melalui Dana Pensiun Lembaga Keuangan BRI (DPLK BRI), terus berinovasi dengan mengembangkan layanan digital untuk memudahkan masyarakat mengakses dana pensiun.
Salah satu langkah terbaru adalah kerja sama dengan Bank Raya untuk menghadirkan fitur BRIFINE by DPLK BRI di aplikasi Raya. Kolaborasi ini bertujuan memperluas jangkauan program pensiun, khususnya bagi generasi muda yang menjadi nasabah Bank Raya.
Arie Sus Miyanti, Ketua Pengurus DPLK BRI, menekankan pentingnya perencanaan keuangan sejak dini. "Kami berharap fitur BRIFINE di aplikasi Raya dapat mendorong generasi muda, baik yang bekerja di sektor formal maupun informal, untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan. Dengan persiapan yang matang, mereka dapat memastikan pendapatan yang berkelanjutan di masa pensiun," ujarnya.
Prilly Savitri, Kepala Divisi Sales & Partnership Bank Raya, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen Bank Raya untuk menyediakan layanan keuangan yang lebih lengkap.
"Kami ingin aplikasi Raya menjadi solusi keuangan yang komprehensif, termasuk membantu nasabah mempersiapkan masa pensiun yang lebih sejahtera bersama DPLK BRI," jelasnya.
Dengan kehadiran BRIFINE, aplikasi Raya menjadi bank digital pertama di Indonesia yang menyediakan fitur dana pensiun dengan pengawasan langsung dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Beberapa fitur unggulan yang ditawarkan meliputi:
1. Akses Digital yang Mudah – Seluruh proses perencanaan dan pengelolaan dana pensiun dapat dilakukan secara online melalui aplikasi Raya.
2. Fleksibilitas dan Personalisasi – Nasabah dapat menyesuaikan perencanaan dana pensiun sesuai kebutuhan, kemampuan finansial, dan profil risiko masing-masing.
3. Fitur BRIFINE yang Komprehensif – Dilengkapi dengan pendaftaran, informasi saldo, pengembangan dana, dan top-up saldo.
Selain itu, beberapa fitur seperti penambahan akun BRIFINE, pengaturan autopayment, dan mutasi transaksi sedang dalam tahap pengembangan.
Agus Noorsanto, Direktur Wholesale & Institution Business BRI, menegaskan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan strategi BRI dalam membangun ekosistem keuangan digital yang inklusif dan berkelanjutan. "Transformasi digital BRI tidak hanya fokus pada layanan perbankan, tetapi juga mencakup perencanaan keuangan jangka panjang, termasuk dana pensiun. Kami ingin menghadirkan solusi yang terintegrasi agar lebih banyak masyarakat dapat mengakses layanan ini dengan mudah, fleksibel, dan aman," paparnya.
Baca Juga: Keberhasilan Cokelat Ndalem Jadi Bukti Nyata Keberpihakan BRI Terhadap UMKM
Dari sisi kinerja, DPLK BRI mencatat pertumbuhan yang signifikan. Pada 2024, berdasarkan Asset Under Management (AUM), DPLK BRI naik ke peringkat kedua di industri DPLK Indonesia, dari sebelumnya peringkat ketiga. Jumlah peserta juga meningkat menjadi 660 ribu, atau sekitar 23% dari total peserta DPLK nasional.
Dengan dukungan Bank Raya, kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan penetrasi produk dana pensiun digital serta memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat di masa depan. BRI berkomitmen untuk terus berinovasi dalam menyediakan solusi dana pensiun yang mudah diakses dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Berita Terkait
-
AgenBRILink Ini Dapat Mobil Karena Mudahkan Akses Pekerja ke BPJS Ketenagakerjaan
-
BRI Barabai Gandeng Kejaksaan, Ungkap Strategi Jitu Atasi Kredit Macet
-
BRI Dukung Penyaluran Bansos PKH Tahap Pertama ke 9.103 Keluarga di Kupang
-
Perluas Aksesibilitas Masyarakat, DPLK BRI Jalin Kerja Sama dengan Bank Raya Melalui Digitalisasi Dana Pensiun
-
Keberhasilan Cokelat Ndalem Jadi Bukti Nyata Keberpihakan BRI Terhadap UMKM
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim