Suara.com - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Barabai, yang terletak di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) HST, telah meluncurkan somasi jilid II untuk mempercepat penyelesaian masalah kredit macet.
Pimpinan BRI Barabai, Affis Broto Kusumo, bersama timnya, bertemu dengan Kepala Kejari HST dan Jaksa Pengacara Negara (JPN) untuk membahas hasil kerja sama yang telah dilakukan dan merencanakan langkah-langkah ke depan.
"Kami berharap pengembalian aset negara dari nasabah yang menunggak dapat dilakukan lebih cepat," ungkap Affis dalam pertemuan di Barabai pada hari Selasa.
Ia menjelaskan bahwa pada somasi jilid pertama, BRI Barabai berhasil mengumpulkan pembayaran dari 19 debitur dengan total mencapai Rp906.865.939, dan mereka berencana untuk meningkatkan hasil tersebut pada somasi jilid kedua.
Dalam somasi jilid II ini, terdapat 77 debitur dari sembilan unit kerja dengan total angsuran pokok sekitar Rp13,6 miliar dan bunga sekitar Rp5,2 miliar. BRI Barabai kembali menjalin kolaborasi dengan Kejari HST untuk mempercepat pengembalian dana dari nasabah yang menunggak.
Affis juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk disiplin dalam memenuhi kewajiban angsuran agar fungsi intermediasi bank dapat berjalan lebih baik. Sementara itu, Kepala Kejari HST, Dr. Yusup Darmaputra, menyambut baik kolaborasi ini dan mengapresiasi hasil yang telah dicapai, berharap dapat meningkatkan pemulihan dana pada somasi jilid kedua.
Yusup optimis bahwa timnya dapat memberikan kontribusi maksimal untuk membantu BRI dalam mengembalikan modal yang telah disalurkan kepada debitur. "Mudah-mudahan kita bisa melangkah maju bersama," tutupnya.
Berita Terkait
-
BRI Dukung Penyaluran Bansos PKH Tahap Pertama ke 9.103 Keluarga di Kupang
-
Perluas Aksesibilitas Masyarakat, DPLK BRI Jalin Kerja Sama dengan Bank Raya Melalui Digitalisasi Dana Pensiun
-
Keberhasilan Cokelat Ndalem Jadi Bukti Nyata Keberpihakan BRI Terhadap UMKM
-
AgenBRILink BRI Jadi Penggerak Perubahan Sosial dengan Pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan
-
Hasil BRI Liga 1: Drama 5 Gol, Persis Solo Kalahkan PSS Sleman
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Molor Setahun! Proyek SDN Cipete Utara 01 Paksa Orang Tua Korbankan Jam Kerja Demi Anak
-
Misteri 2 Jasad Anonim di Lampung Selatan, Ini Ciri-cirinya
-
Di Mana Tempat Beli Parfum YSL Ori? Ini 5 Toko Tepercaya dan Variannya yang Paling Wangi
-
Dari Penumpang Biasa Jadi Bagian Perubahan: Cerita Kecil Selamatkan Bumi Lewat KRL
-
Proyek 10 Kampus URI: Solusi Cetak Birokrat atau Pemborosan Dana APBN?
-
6 Saham Masuk Rekomendasi di Tengah Penurunan Tensi Perang, Ada Emiten BIPI
-
Penjaga Sekolah di Bintan Peras Uang Jajan Siswa SD Selama 3 Tahun Demi Main Judi Online
-
PSIS Kunci Raffinha, Mahesa Jenar Perkuat Misi Kembali ke Super League
-
Cashlez Kantongi Dana Rp237,2 Miliar dari Rights Issue, Siap Perluas Ekosistem Pembayaran Digital
-
Kobaran Api Kepung Hutan Gunung Jati