Bri / News
Minggu, 03 Mei 2026 | 18:58 WIB
BRImo [Suara.com/BRI-HO]
Baca 10 detik
  • Program BRIvolution 2026 meningkatkan jumlah pengguna aplikasi BRImo menjadi 47,8 juta dengan total transaksi mencapai Rp2.042,2 triliun.
  • Peningkatan penggunaan platform digital BRI mendorong pertumbuhan Dana Pihak Ketiga sebesar 9,4% dengan dominasi dana murah mencapai 68,07%.
  • Strategi transformasi digital berhasil meningkatkan laba bersih BRI sebesar 13,7% menjadi Rp15,5 triliun per Maret 2026 di Jakarta.

Suara.com - Strategi akselerasi digital yang diusung oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) melalui program BRIvolution Reignite menunjukkan hasil yang impresif.

Efektivitas transformasi berkelanjutan ini terbukti dari lonjakan pengguna Super Apps BRImo yang kini menyentuh angka 47,8 juta pengguna, atau tumbuh sebesar 18,6% secara year-on-year (yoy) hingga periode Maret 2026.

Direktur Network & Retail Funding BRI, Aquarius Rudianto, memaparkan capaian tersebut dalam konferensi pers kinerja keuangan Triwulan I 2026 di Jakarta.

Menurutnya, pertumbuhan jumlah pengguna yang masif ini menjadi indikator kuat bahwa kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem digital BRI semakin kokoh untuk menunjang aktivitas finansial harian.

Volume Transaksi dan Loyalitas Nasabah

Pemanfaatan BRImo tidak hanya meluas secara kuantitas pengguna, tetapi juga secara kualitas transaksi. Hingga akhir Maret 2026, volume transaksi melalui aplikasi ini mencatatkan angka fantastis sebesar Rp2.042,2 triliun. Nilai tersebut mengalami kenaikan tajam sebesar 29,4% dibandingkan posisi pada Maret 2025.

Aquarius menekankan bahwa kelengkapan fitur menjadi daya tarik utama yang mengunci loyalitas nasabah.

"Basis pengguna yang besar dan diikuti pertumbuhan nilai transaksi membuktikan bahwa BRImo telah menjadi bagian dari denyut nadi keuangan nasabah. Dengan dukungan lebih dari 100 fitur, kami terus berinovasi agar BRImo tetap relevan dan fungsional bagi berbagai kebutuhan," jelasnya.

Kesuksesan BRImo memberikan dampak domino yang positif terhadap struktur pendanaan perseroan. Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI tumbuh 9,4% yoy menjadi Rp1.555,1 triliun.

Baca Juga: Jadwal Lengkap BRI Super League Pekan 31: Persib Tantang PSIM, Persija Dijamu Persijap

Menariknya, porsi Dana Murah (CASA) BRI kini semakin dominan, yakni mencapai 68,07% atau setara dengan Rp1.058,6 triliun.

Peningkatan dana murah ini memberikan keuntungan strategis bagi bank:

  • Pertumbuhan CASA: Dalam satu tahun, tabungan dan giro BRI bertambah hingga Rp123,7 triliun.
  • Efisiensi Biaya Dana: Biaya dana (cost of fund) berhasil ditekan dari level 3% menjadi 2,3%.
  • Margin Keuntungan: Penurunan biaya dana memberikan ruang yang lebih luas bagi perseroan untuk menjaga margin bunga bersih ke depan.

Pertumbuhan Aset dan Laba yang Solid

Fundamental bisnis yang kuat di tengah dinamika industri perbankan membawa BRI mencatatkan kinerja konsolidasian yang membanggakan.

Per Maret 2026, total aset BRI telah menembus Rp2.250 triliun, meningkat 7,2% yoy. Dari sisi penyaluran fungsi intermediasi, total kredit dan pembiayaan tumbuh agresif sebesar 13,7% yoy menjadi Rp1.562 triliun.

Kombinasi antara pertumbuhan kredit yang selektif, pengelolaan biaya dana yang efisien, serta kualitas aset yang terjaga dengan baik, akhirnya bermuara pada keuntungan perusahaan. BRI sukses membukukan laba bersih konsolidasian senilai Rp15,5 triliun, atau tumbuh sebesar 13,7% secara tahunan.

Load More