- Program BRIvolution 2026 meningkatkan jumlah pengguna aplikasi BRImo menjadi 47,8 juta dengan total transaksi mencapai Rp2.042,2 triliun.
- Peningkatan penggunaan platform digital BRI mendorong pertumbuhan Dana Pihak Ketiga sebesar 9,4% dengan dominasi dana murah mencapai 68,07%.
- Strategi transformasi digital berhasil meningkatkan laba bersih BRI sebesar 13,7% menjadi Rp15,5 triliun per Maret 2026 di Jakarta.
Suara.com - Strategi akselerasi digital yang diusung oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) melalui program BRIvolution Reignite menunjukkan hasil yang impresif.
Efektivitas transformasi berkelanjutan ini terbukti dari lonjakan pengguna Super Apps BRImo yang kini menyentuh angka 47,8 juta pengguna, atau tumbuh sebesar 18,6% secara year-on-year (yoy) hingga periode Maret 2026.
Direktur Network & Retail Funding BRI, Aquarius Rudianto, memaparkan capaian tersebut dalam konferensi pers kinerja keuangan Triwulan I 2026 di Jakarta.
Menurutnya, pertumbuhan jumlah pengguna yang masif ini menjadi indikator kuat bahwa kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem digital BRI semakin kokoh untuk menunjang aktivitas finansial harian.
Volume Transaksi dan Loyalitas Nasabah
Pemanfaatan BRImo tidak hanya meluas secara kuantitas pengguna, tetapi juga secara kualitas transaksi. Hingga akhir Maret 2026, volume transaksi melalui aplikasi ini mencatatkan angka fantastis sebesar Rp2.042,2 triliun. Nilai tersebut mengalami kenaikan tajam sebesar 29,4% dibandingkan posisi pada Maret 2025.
Aquarius menekankan bahwa kelengkapan fitur menjadi daya tarik utama yang mengunci loyalitas nasabah.
"Basis pengguna yang besar dan diikuti pertumbuhan nilai transaksi membuktikan bahwa BRImo telah menjadi bagian dari denyut nadi keuangan nasabah. Dengan dukungan lebih dari 100 fitur, kami terus berinovasi agar BRImo tetap relevan dan fungsional bagi berbagai kebutuhan," jelasnya.
Kesuksesan BRImo memberikan dampak domino yang positif terhadap struktur pendanaan perseroan. Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI tumbuh 9,4% yoy menjadi Rp1.555,1 triliun.
Baca Juga: Jadwal Lengkap BRI Super League Pekan 31: Persib Tantang PSIM, Persija Dijamu Persijap
Menariknya, porsi Dana Murah (CASA) BRI kini semakin dominan, yakni mencapai 68,07% atau setara dengan Rp1.058,6 triliun.
Peningkatan dana murah ini memberikan keuntungan strategis bagi bank:
- Pertumbuhan CASA: Dalam satu tahun, tabungan dan giro BRI bertambah hingga Rp123,7 triliun.
- Efisiensi Biaya Dana: Biaya dana (cost of fund) berhasil ditekan dari level 3% menjadi 2,3%.
- Margin Keuntungan: Penurunan biaya dana memberikan ruang yang lebih luas bagi perseroan untuk menjaga margin bunga bersih ke depan.
Pertumbuhan Aset dan Laba yang Solid
Fundamental bisnis yang kuat di tengah dinamika industri perbankan membawa BRI mencatatkan kinerja konsolidasian yang membanggakan.
Per Maret 2026, total aset BRI telah menembus Rp2.250 triliun, meningkat 7,2% yoy. Dari sisi penyaluran fungsi intermediasi, total kredit dan pembiayaan tumbuh agresif sebesar 13,7% yoy menjadi Rp1.562 triliun.
Kombinasi antara pertumbuhan kredit yang selektif, pengelolaan biaya dana yang efisien, serta kualitas aset yang terjaga dengan baik, akhirnya bermuara pada keuntungan perusahaan. BRI sukses membukukan laba bersih konsolidasian senilai Rp15,5 triliun, atau tumbuh sebesar 13,7% secara tahunan.
Berita Terkait
-
Tumbuhkan Literasi Keuangan Sejak Dini Bersama BRI Peduli
-
Jangan Asal Klik! BRI Bongkar Modus Penipuan Link KUR yang Incar Data Nasabah
-
Marukawa Tebar Ancaman, Semen Padang Diprediksi Tak Berkutik di Markas Dewa United
-
Tembus Rp15,9 Triliun! Ini Alasan Mengapa Transaksi 'Tap' BRI Makin Digandrungi
-
BRI Hadir di Jogja 10K 2026, Perkuat Sport Tourism dan Digitalisasi UMKM
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan