Bri / News
Minggu, 03 Mei 2026 | 12:09 WIB
Bertransaksi makin mudah dengan BRI [Suara.com/BRI]
Baca 10 detik
  • PT Bank Rakyat Indonesia menguatkan ekosistem pembayaran digital melalui teknologi kartu debit contactless pada awal tahun 2026.
  • Frekuensi transaksi kartu debit contactless BRI melonjak 1.144% dengan total nilai transaksi mencapai Rp15,9 triliun hingga Maret 2026.
  • Transformasi digital ini berhasil meningkatkan pendapatan berbasis komisi perseroan serta memperkuat basis dana murah melalui peningkatan transaksi ritel.

Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus mematangkan ekosistem pembayaran digital nasional guna memastikan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Salah satu pilar utamanya adalah penguatan penetrasi produk transaksi melalui teknologi acceptance payment yang kian canggih, seperti penyediaan EDC Merchant BRI yang kini telah mendukung fitur contactless.

Langkah strategis ini membuahkan hasil yang impresif pada kuartal pertama tahun 2026. Berdasarkan data internal perseroan periode Januari–Maret 2026, frekuensi transaksi menggunakan kartu debit contactless BRI mengalami lonjakan luar biasa sebesar 1.144% secara tahunan (year-on-year/YoY).

Tren ini mengonfirmasi bahwa metode pembayaran nirsentuh telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat urban dalam aktivitas belanja harian.

Selaras dengan frekuensi yang meningkat, nilai transaksi yang dihasilkan pun menunjukkan performa yang sangat kuat. Hingga Maret 2026, total nilai transaksi debit contactless BRI telah menyentuh angka Rp15,9 triliun, atau melesat 1.195% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Ekspansi ini didorong oleh pertumbuhan jumlah pemegang kartu yang masif. Sejak diperkenalkan pada Oktober 2024, jumlah kartu debit berteknologi nirsentuh ini telah mencapai 1 juta kartu, tumbuh 796% YoY. Pencapaian ini menjadi fondasi kokoh bagi BRI dalam mendominasi pasar transaksi ritel di Indonesia.

Direktur Network dan Retail Funding BRI, Aquarius Rudianto, menjelaskan bahwa akselerasi ekosistem pembayaran ini merupakan bagian vital dari transformasi BRIvolution Reignite.

Fokus utamanya adalah memperkuat Funding Franchise untuk membangun struktur pendanaan yang lebih efisien dan stabil melalui dana murah (CASA).

“Pengembangan layanan seperti contactless menjadi bagian dari pilar Transform the Funding Franchise. Kami terus mendorong peningkatan aktivitas transaksi nasabah di segmen ritel. Tujuannya agar transaksi menjadi lebih praktis, sekaligus memperkuat basis dana murah perseroan,” ujar Aquarius.

Baca Juga: Hasil BRI Super League: Comeback Epic Persib Bandung Jungkalkan Bhayangkara FC

Efektivitas layanan ini juga tercermin pada sisi profitabilitas. Pendapatan berbasis komisi (fee-based income/FBI) dari sektor contactless melonjak sebesar 770,5% YoY. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi tersebut tidak hanya memberikan kemudahan bagi nasabah, tetapi juga memberikan nilai tambah finansial yang signifikan bagi perseroan.

Proteksi Berlapis dan Keamanan NFC

Meskipun mengedepankan aspek kecepatan dan kepraktisan, BRI tidak mengabaikan sisi keamanan. Layanan contactless ini dilengkapi dengan sistem proteksi berlapis yang mutakhir:

  • Teknologi NFC (Near Field Communication): Memastikan transaksi hanya terjadi dalam jarak yang sangat dekat, sehingga meminimalkan risiko intersepsi data secara nirkabel.
  • Batasan Nominal: Setiap transaksi memiliki ambang batas nilai tertentu untuk memitigasi risiko penyalahgunaan jika kartu hilang.
  • Enkripsi & Monitoring Real-Time: Seluruh data transaksi dilindungi oleh enkripsi kuat dan diawasi secara langsung oleh sistem keamanan bank selama 24 jam.

“Pencapaian ini menunjukkan efektivitas transformasi digital BRI dalam menghadirkan layanan yang cepat dan aman, sejalan dengan pergeseran perilaku nasabah menuju gaya hidup nirsentuh,” pungkas Aquarius.

Load More