Bri / News
Minggu, 02 Agustus 2026 | 18:55 WIB
Pimpinan OJK, BSG dan BRI saat foto bersama dengan petani di Minsek, Sabtu (1/8/2026). ANTARA/HO-BSG.
Baca 10 detik
  • OJK, Bank SulutGo, BRI, dan Pemkab Minahasa Selatan menggelar Program Gencarkan untuk petani Minsel.
  • Program ini memberikan edukasi keuangan, literasi digital, serta akses permodalan KUR Pertanian bagi petani.
  • Inisiatif kolaboratif ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani dan melindungi mereka dari pinjol ilegal.

Suara.com - Sektor pertanian di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Sulawesi Utara, terus mendapatkan dorongan kuat untuk tumbuh menjadi pilar ekonomi agraris yang mandiri, cerdas, dan tangguh secara finansial.

Langkah nyata ini diwujudkan melalui sinergi strategis antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Sulawesi Utara dan Gorontalo (BSG), Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, serta keterlibatan aktif jejaring perbankan nasional dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Dukungan penuh dari jaringan perbankan BRI melalui Kantor Cabang Pembantu (KCP) Amurang menjadi salah satu elemen krusial dalam memperkuat ekosistem keuangan terintegrasi di kawasan pedesaan Minahasa Selatan.

Kehadiran BRI di tengah-tengah masyarakat agraris Minsel mempertegas komitmen industri perbankan nasional untuk memperluas jangkauan inklusi serta literasi keuangan hingga ke pelosok daerah.

Bupati Minahasa Selatan, Franky D Wongkar, menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi atas inisiatif kolaboratif yang melibatkan OJK, Bank SulutGo, dan BRI. Menurutnya, sinergi yang memadukan peran bank daerah dan bank BUMN seperti BRI sangat esensial karena sektor pertanian merupakan tulang punggung utama perekonomian masyarakat Minahasa Selatan.

Franky menegaskan bahwa peningkatan pemahaman serta keterampilan pengelolaan keuangan bagi para petani lokal sangat krusial untuk menjaga stabilitas ekonomi keluarga tani.

Selain membantu meningkatkan taraf hidup, literasi keuangan yang memadai diharapkan mampu membentengi masyarakat pedesaan dari ancaman kejahatan keuangan digital yang marak terjadi, seperti jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal dan modus investasi bodong.

Pelaksanaan kegiatan yang dikemas dalam wadah Program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) ini difokuskan pada penguatan kapasitas finansial kelompok petani, pengurus kelompok tani (poktan), serta para pelaku usaha agribisnis lokal di Minahasa Selatan.

Direktur Operasional BSG, Louisa Parengkuan, menjelaskan bahwa sebagai Campaign Manager Gencarkan di tingkat provinsi, pihaknya terus mengakselerasi perluasan akses keuangan dengan menghadirkan solusi nyata bagi sektor pertanian.

Baca Juga: Biaya Pendidikan Terus Naik, Begini Cara Cerdas Mengelola Dana Daftar Ulang Kuliah

Selain memberikan edukasi perencanaan keuangan hasil panen, program ini juga mendekatkan transaksi digital dan akses permodalan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pertanian.

Sinergi antarlembaga ini semakin diperkuat oleh keterlibatan aktif mitra perbankan dari BRI KCP Amurang yang diwakili oleh Arman Handrianel.

Peran BRI KCP Amurang difokuskan pada pembentukan jaringan pendukung yang solid untuk memastikan para petani mendapatkan kemudahan akses perbankan, pendampingan finansial, serta solusi permodalan yang sehat.

Dari sisi regulator, Tim OJK SulutGo yang diwakili oleh Ahmad Rudy Prasetya dan Nathania Theresia turut memberikan pembekalan materi secara mendalam.

Tim OJK membedah strategi penting mengenai pemisahan antara keuangan usaha tani dan kebutuhan rumah tangga, sekaligus mengedukasi masyarakat terkait aspek-aspek perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan.

Melalui kolaborasi yang kokoh dan terintegrasi antara Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, OJK, Bank SulutGo, dan BRI KCP Amurang, diharapkan kesejahteraan para petani di Minsel dapat terus meningkat pesat, sekaligus menciptakan masyarakat agraris yang cerdas dan berdaya saing tinggi.

Load More