/
Sabtu, 06 Agustus 2022 | 16:54 WIB
Opsih Gunung Gede Pangrango.FOTO ANTARA/Ahmad Fikri (ISTIMEWA)

SuaraCianjur.Id,- Sukarelawan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Cianjur mengumpulkan 150 karung sampah dari atas gunung dan jalur pendakian Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Cianjur, Jawa Barat.

Humas TNGGP Cianjur, Agus Deni mengatakan sampah itu milik para pendaki yang tidak bertanggung jawab. Operasi bersih kembali akan dilakukan bersama setelah penutupan jalur tanggal 14 sampai 24 Agustus 2022 dengan melibatkan berbagai kalangan, termasuk petugas dan sukarelawan yang selama ini bertugas di pintu masuk pendakian.

"Sukarelawan dan petugas berhasil menurunkan 500 kilogram sampah berbagai jenis saat melakukan operasi kebersihan (opsih) yang diadakan sebelum dilakukan penutupan jalur pendakian. Sebagian besar sampah yang dikumpulkan jenis plastik bekas bungkus mie instan," jelasnya.

Agus Deni meminta kepada seluruh pendaki untuk tidak lagi meninggalkan sampah dalam bentuk apapun dan jenisnya, termasuk celana dalam yang masih banyak ditemukan.

Aturan yang paling utama yang harus dilakukan oleh para pendaki adalah mewajibkan menjaga kebersihan dan keindahan taman nasional, dengan cara tetap menjaga kebersihan.

Sementara itu, sukarelawan TNGGP Cianjur, Niko Rastagil, mengatakan opsih yang dilakukan selama satu hari itu digelar bersama warga, petugas, sukarelawan GPO dan organisasi pencinta alam di Cianjur.

Mereka berhasil membawa turun sampah sebanyak 150 karung dengan berat timbangan mencapai 500 kilogram.

"Gabungan sukarelawan melakukan penyisiran mulai dari puncak gunung hingga pintu masuk pendakian. Kita terbagi menjadi beberapa kelompok, sehingga dapat maksimal dalam memunguti sampah yang disisakan pendaki," jelas Niko.

Hingga sekarang tingkat kesadaran pendaki terutama pemula sangat rendah, karena masih meninggalkan sampah mulai dari jalur pendakian hingga puncak gunung.

Baca Juga: Petir Menyambar Kawasan White House, Tiga Orang Tewas

Bahkan sampah pun banyak ditemukan berserakan di area alun-alun Suryakancana. Lokasi itu kerap dijadikan sebagai lokasi mendirikan tenda sebelum menuju puncak. [Antara]

Load More