SuaraCianjur.id - Syaifudin Maulana, ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di di Perarian Nusapicung Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Sabtu lalu.
Jasad Syaifudin ditemukan dengan kondisi kepalanya terbungkus kresek merah dan diikat di bagian leher, tangan dan kaki terikat, mayat telungkup saat ditemukan.
Polisi menduga Syaifudin korban pembunuhan. Saat ini polisi tengah melakukan pengembangan penyelidikan guna mengungkap pembunuhnya.
Syaifudin sendiri diketahui merupakan warga Blora, Jawa Tengah yang sejak beberapa tahun terakhir menetap di Kota Bandung.
"Korban yang diketahui tidak memiliki pekerjaan tetap selama menetap di Kota Bandung," kata Kasat Reskrim Polres Cianjur AKP Septiawan Adi, di Cianjur Selasa, seperti dikutip dari Antara.
Kasat Reskrim menduga, Syaifudin dibunuh lalu jasadnya di buang ke Cianjur untuk menghiangkan jejak.
"Kami sudah melakukan autopsi untuk memastikan penyebab tewasnya korban yang ditemukan mengambang di Waduk Jangari, dugaan sementara korban pembunuhan karena ditemukan sejumlah luka di tubuhnya," kata Adi.
Diberitakan sebelumnya,Warga yang tengah memancing temukan jasad manusia mengapung, di Perarian Nusapicung Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur.
Jasad manusia itu, ditemukan Sabtu 15 Oktober 2022, siang hari sekira pukul 12.30 WIB. Saat dilakukan pemeriksaaan pada tubuh jasad yang diketahui berjenis kelamin pria tersebut, petugas polisi dari Polairud Polres Cianjur, tidak dapati identitas.
Baca Juga: Sebar Berita Hoaks, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika Laporkan Lima YouTuber ke polisi
Saat ditemukan kondisi jasad mayat pria tersebut cukup mengenaskan. Jasad tersebut ditutup kepala ditutup karung dan diikat di bagian leher, tangan dan kaki terikat, mayat telungkup saat ditemukan. Selain itu, terdapat kalung rantai warna emas di leher korban.(*)
Sumber : Antara
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
PHK di Industri Kendaraan Niaga Indonesia Segera Terjadi Jika Impor Truk China Tak Dibatasi
-
Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe
-
Ajudan Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Gugat KPK Rp11 Miliar
-
Siswa di Siak Meninggal saat Praktik Sains, Polisi Selidiki Bubuk Hitam-Potongan Besi
-
3 Dekade Berkarya, ADA Band Rilis 'Selalu Ada': Refleksi tentang Kehadiran dan Perpisahan
-
Internet Ngebut di Palembang, Jaringan 5G Telkomsel Makin Luas dan Ini Dampaknya bagi Pengguna
-
Santai Jelang Lawan Persija Jakarta, Bernardo Tavares: Tekanan Menang di Mereka!
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Anggota DPR Soroti Tragedi Siswa SMP di Siak Meninggal saat Praktik: Saya Tak Habis Pikir
-
HUT ke-45 PTBA Lebih Bermakna, Aksi Donor Darah Libatkan Banyak Pihak