/
Jum'at, 21 Oktober 2022 | 11:15 WIB
Momen Bos Arema gelar 7 harian korban tragedi Kanjuruhan (Foto Istimewa / Suara.com / Instagram - @shandypurnamasari)

SuaraCianjur.id- Korban meninggal dunia Tragedi Kanjuruhan Malang bertambah satu orang lagi. Korban meninggal ketika masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saiful Anwar.

Maka total korban meninggal dunia dalam insiden maut tersebut tercatat sudah sebanyak 134 orang.

Menurut Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Saiful Anwar, dr. I Wayan Agung, pasien tersebut menjalani perawatan akibat luka dalam insiden di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10) lalu. Pasien meninggal sekitar pukul 06.45 WIB usai menjalani perawatan 18 hari.

"Kami dan manajemen sangat berduka atas kematian korban setelah dirawat kurang lebih selama 18 hari," terang Wayan, Jumat (21/10/2022) mengutip dari Suara.com.

Wayan menerangkan kalau pasien itu bernama Reivano Dwi Afriansyah (17). Dia seorang warga Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang.

Luka yang dialami oleh almarhum terletak pada bagian kepala dan tulang dada.

Pasien itu dirujuk ke RSUD Saiful Anwar Kota Malang, setelah sebelumnya menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasta Husada Kepanjen, Kabupaten Malang.

Wayan mengatakan selama mendapatkan perawatan di bagian Unit Perawatan Intensif RSUD Saiful Anwar, almarhum menggunakan alat bantu pernafasan.

"Jadi selama 18 hari ini kita berikan alat bantu nafas ventilator dengan kondisi naik turun," terangnya.

Baca Juga: Polisi Buru Pelaku Penusukan Pelajar di Cimahi, Kasusnya Mirip Kematian Noven di Bogor yang Belum Terungkap

Diirnya juga menerangkan kalau saat ini RSUD Saiful Anwar Malang, masih menangani empat korban dalam tragedi maut kemarin.

Ada dua orang yang menjalani perawatan di ruang reguler, seorang mendapatkan perawatan di fasilitas High Care Unit (HCU), dan seorang lagi mendapatkan rawatan di unit perawatan intensif.

"Kemungkinan (segera) pulang yang di low care (perawatan reguler)," jelas Wayan.

Tragedi Kanjuruhan Malang menjadi duka bagi semua lapisan insan sepka bola tanah air dan dunia.  Kejadian tersebut kini mencatat sudah 134 orang meninggal dunia. (Antara)

Sumber: Suara.com 

Load More