/
Rabu, 26 Oktober 2022 | 10:08 WIB
Ilustrasi teroris. [Envato elements] (Envato elements)

SuaraCianjur.id - Baru-baru ini seorang perempuan bernama Siti Elina, berniat menyerang pasukan pengaman presiden (Paspampres). Dengan bersenjatakan pistol jenis FN, Siti acungkan senjata apinya ke petugas. 

Aksinya ini berhasil digagalkan. Kini Siti telah diamankan dan diperiksa untuk pengembangan lanjutan. 

Selain Siti, ada dua wanita lainnya yang pernah berencana melakukan aksi teror

Direktur Pencegahan BNPT R Ahmad Nurwakhid mengatakan pada tahun 2016 lalu, seorang wanita bernama Dian Yuli Novi, melakukan aksi teror dengan ancaman bom di Istana Negara.

Lalu, Zazkia Aini yang pernah menyerang Mabes Polri, seorang diri pada tahun 2021 kemarin.

"Pemanfaatan perempuan dalam aksi terorisme memang tren baru khususnya yang dilakukan ISIS baik dilakukan dengan jaringan atau lone wolf yang tidak terikat komando dan jaringan," ujar dia.

BNPT telah berupaya meminimalisir keterpaparan perempuan dalam jaringan dan aksi terorisme, dengan cara melibatkan perempuan sebagai agen perdamaian. Kaum ibu harus diberikan pencerahan karena kelompok tersebut dijadikan salah satu sasaran potensial oleh jaringan terorisme. (*)


Sumber : Suara.com

Artikel ini telah tayang di Suara.com dengan judul : BNPT Ungkap Perempuan Bercadar Coba Terobos Istana, Berpaham Radikal Dan Pendukung HTI

Baca Juga: 3 Cara Tepat Mendampingi Balita Mulai Belajar Berjalan

Load More