/
Rabu, 26 Oktober 2022 | 21:35 WIB
Tips kesehatan dari dr.Zaidul Akbar bikin kulit glowing (Foto Ilustrasi / Tangkapan Layar Youtube)

SuaraCianjur.id- Bagi beberapa orang mungkin kesulitan untuk mencari pengganti dari gula pasir untuk menikmati kopi dan teh diwaktu senggang.

Kebiasaan ngopi atau ngeteh memang sulit untuk ditinggalkan, apalagi ketika waktu senggang selepas bekerja atau saat mau berangkat kerja.

Bahkan kesulitan itu sangat dirasakan oleh Anda yang saat ini direkomendasikan oleh dokter untuk mengurangi minuman yang rendak kalori seperti gula pasir.

Artikel ini akan menjelaskan mengenai gula alteratif yang dapat menggantikan gula pasir sebagai alternatif pemberi rasa manis.

Melansir dari akun Instagram Dokter Zaidul Akbar pada Rabu (26/10/202) dalam salah satu ungghannya dr. Zaidul Akbar menjelaskan pengganti gula pasir yang lebih aman, sehat dan rendah kalori.

Dokter Zaidul Akbar menyebutkan bahwa gula singkung atau gula tapioka adalah gula alternatif yang memiliki rasa lebih manis tetapi lebih menyehatkan.

"Gula singkong atau gula tapioca rasanya mirip seperti gula tebu, tapi bentuknya cair, " ungkap dr.Zaidul Akbar.

Selain rendak kalori dr. Zaidul Akbar menyebutkan jika gula tapioka ini memiliki rasa yang lebih manis mirip gula stevia.

"Dan rasanya lebih manis, mirip gula stevia, tapi lebih sehat dan lebih rendah kalori, " terang dr.Zaidul Akbar

Baca Juga: Kenali 5 Kebiasaan yang Dapat Merusak Mental, Nomor 4 Paling Parah

Diketahui jika gula tapioka ini dibuat tanpa campuran bahan kimia sintetis yang dapat memberikan dampak buruk untuk kesehatan.

"Karena gula sehat ini diproduksi tanpa menggunakan bahan kimia sintetis, " ungkap dr.Zaidul Akbar.

Dokter Zaidul Akbar juga menjelaskan jika gula alternatif ini kaya akan kandungan gizi, sehingga dapat menyehatkan bagi tubuh.

"Dan juga tidak menghilangkan kandungan gizi dari singkongnya. Gula pasir refinasi sudah di refine, dihilangkan semua zat kecuali gula. Akhirnya dia nggak punya pendamping yang bisa membersamai si gula tadi dan menjadi 'liar' di dalam tubuh, " terang dr.Zaidul Akbar. (*)

Load More