SuaraCianjur.id – Dua orang diduga membuntuti kuasa hukum keluarga Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat. Pengakuan itu disampaikan oleh Kamaruddin Simanjuntak, saat menjadi saksi kemarin, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Kamaruddin mengatakan, dua orang tersebut membuntutinya sejak beberapa hari lalu. Dirinya tidak menyampaikan mengenal keduanya atau tidak.
Ia sangat meyakini dua orang tersebut, memang membuntutinya. Karena beberapa kali Kamaruddin mendapati orang yang membuntutinya, saat pergi kemana saja.
“Saya sering dibuntuti, dibuntuti pergi kemana dan sebagainya,” kata Kamaruddin kemarin.
Adapun pernyataan dua orang yang membuntuti tersebut, disampaikan Kamaruddin, saat ia ditanya dalam seidang kemarin, soal hambatan menguak kasus Brigadir j.
Dugaan dibuntuti dua orang itu pun, lanjut Kamaruddin dipertegas oleh salah seorang kliennya. Dimana saat itu Kamaruddin tengah makan Bersama kliennya tersebut.
Saat itu klien Kamaruddin dan dirinya melihat ada dua orang yang membuntutinya. Dugaan tersebut diperkuat saat Kamaruddin melihat dua orang tersebut memfoto Kamaruddin dengan kliennya.
Dua orang yang buntuti Kamaruddin itu, malahan dianggap kliennya tersebut pengawal Kamaruddin.
"Bahkan beberapa hari lalu saya bertemu klien di rumah makan Sederhana, tahu-tahu ada orang yang membuntuti dua orang bawa sepeda motor, kemana saya pergi pergi difoto dibuntuti bahkan seketika saya pergi dari situ klien saya mengingatkan apakah bapak pakai pengawal ada loh yang membuntuti bapak setelah pergi," tambah Kamaruddin Simanjuntak.(*)
Sumber : SuaraBandung.id
Artikel ini telah tayang di SuaraBandung.id, dengan judul: Kamaruddin Simanjuntak Ungkap Hambatan Menguak Kasus Pembunuhan Berencana Brigadir J: Saya Sering Dibuntuti!
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026