/
Kamis, 08 Desember 2022 | 19:46 WIB
Viral pria berambut cepak tengah melakukan penyiksaan terhadap tiga orang pemuda.

SuaraCianjur.id - Sebuah video merekam tiga orang pemuda dalam kondisi ditelanjangi tengah disiksa oleh pria berambut cepat.

Video berdurasi 30 detik ini, merekam penyiksaan tersebut. Video ini pun viral di media sosial. 

Dilihat dari media sosial Twitter, dengan nama akun @MbakSri, memosting video penyiksaan tersebut. Pada keterangannya disebut-sebut jika ketiga pemuda tersebut diduga merupakan kelompok gengster.

Dalam video tersebut, terlihat ada seorang pria berambut cepak menggunakan kaos berwarna hijau, tengah melakukan penyiksaan terhadap tiga orang pemuda.

Ketiga pemuda yang mendapat penyiksaan tersebut tak terllihat melakukan perlawanan terhadap pria berambut cepat tersebut.

Penyiksaan ini pun direkam dalam sebuah ruangan. Terlihat tiga pemuda tersebut hanya menangis dan berteriak kesakitan saat mereka disiksa dengan menggunakan sebuah kursi plastik.

“Di setrap... Tegas gak perlu humanis... Untuk gengster.,” tulis pengunggah yang dilihat pada Kamis (12/8/2022).

Seorang pria berambut cepak tengah melakukan penyiksaan terhadap tiga orang pemuda. (sumber:)

Video tersebut pun langsung dibanjiri komentar warga net. Ada yang mendukung penyiksaan tersebut, namun ada juga yang tidak setuju akan penyiksaan tersebut.

“DiLEMA SIH!! Kayak BENANG KUSUT!! Banyak FAKTOR yg membuat "mereka" jadi gengster !!! Faktor ekonomi, ORTU, KETIDAKADILAN SOSIAL YG TERLALU EKSTRIM ,” tulis warga net.

Baca Juga: Prilly Latuconsina Potong Rambut Sangat Pendek, Dibilang Mirip Aliando Syarief

“Ini beneran yang gengster itu ya? Kalo bener yg gengster mah ga apa2... Tapi sayang Ama bangku nya.. jd rusak.. aturan mah digebukin pake palu aja,” 

“Dosa apa yg di buat oleh mereka meraka ini sampai kayak gitu di mana undang undang,”

“Itu udah pasti anak gangster kah? Coba mencari jalan keluar yang lebih baik lagi dari kekerasan,. mungkin bisa di konfirmasikan ke orang tuanya terlebih dahulu supaya bisa di di didik lebihh baik,! Atau ke kerabat keluarga anak ini. Mungkin bisa jadi salah sasaran,”. (*)

Load More