- Seorang mahasiswi Unpam Serang bernama Suheni Sintiasari meninggal dunia setelah diduga jatuh dari lantai dua Gedung C Sabtu (8/2) siang.
- Polsek Walantaka menerima laporan pukul 12.30 WIB dan segera melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden nahas tersebut.
- Fakta penting di TKP menyoroti minimnya pagar pengaman di lokasi tempat korban diduga terjatuh dari ketinggian.
Suara.com - Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan di Banten. Seorang mahasiswi Universitas Pamulang (Unpam) Kampus Serang, ditemukan tewas secara tragis setelah diduga terjatuh dari lantai dua Gedung C di lingkungan kampusnya pada Sabtu (8/2) siang.
Peristiwa memilukan yang menimpa korban bernama Suheni Sintiasari ini sontak membuat geger dan menimbulkan banyak pertanyaan, terutama terkait standar keselamatan di fasilitas pendidikan.
Pihak kepolisian kini tengah bekerja keras untuk mengungkap tabir di balik insiden nahas tersebut.
Kepolisian Sektor (Polsek) Walantaka yang menangani kasus ini membenarkan adanya laporan mengenai kejadian tersebut.
Kapolsek Walantaka, AKP Dulhak, menyatakan bahwa pihaknya menerima informasi sekitar pukul 12.30 WIB dan langsung menerjunkan tim ke lokasi kejadian.
"Betul, kami menerima laporan adanya seorang mahasiswa meninggal dunia akibat terjatuh dari lantai dua. Saat ini kejadian tersebut sedang kami proses dan tangani," kata Dulhak, sebagaimana dilansir Antara, Sabtu.
Pernyataan tersebut mengonfirmasi status korban yang merupakan warga Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang. Pihak kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan mendalam sedang dilakukan untuk memastikan setiap detail dari peristiwa ini.
Fakta di TKP: Minimnya Pagar Pengaman Jadi Sorotan
Di tengah proses penyelidikan, sebuah fakta mencengangkan di lokasi kejadian (TKP) menjadi sorotan utama. Berdasarkan pantauan langsung di area Gedung C Kampus Unpam Serang, terlihat jelas bahwa area di lantai dua tempat korban diduga terjatuh memiliki pembatas pengaman yang sangat minim.
Baca Juga: Israel Kembali Serang Gaza, Komisi I DPR Minta RI Lebih Aktif Tekan Institusi Internasional
Garis polisi kini telah terpasang melintang di sekitar area tersebut untuk kepentingan penyelidikan.
Kondisi bangunan yang minim proteksi ini secara otomatis memunculkan spekulasi dan pertanyaan besar mengenai standar keamanan dan kelayakan gedung yang digunakan untuk aktivitas belajar-mengajar.
Apakah kondisi ini menjadi faktor utama penyebab kecelakaan? Pertanyaan inilah yang kini berusaha dijawab oleh tim penyidik Polsek Walantaka.
AKP Dulhak menyatakan pihaknya masih terus mengumpulkan bukti dan keterangan dari berbagai saksi mata yang mungkin berada di lokasi saat kejadian.
"Perkara masih didalami, mohon waktu," ujarnya singkat.
Hingga berita ini diturunkan, suasana di sekitar lokasi kejadian terpantau sepi dari aktivitas perkuliahan. Sejumlah petugas kepolisian masih terlihat melakukan pemeriksaan awal dan mengamankan TKP.
Di sisi lain, pihak manajemen Universitas Pamulang Kampus Serang belum memberikan keterangan resmi apa pun terkait tragedi yang menimpa salah satu mahasiswinya tersebut. Sikap bungkam pihak kampus ini menambah daftar panjang pertanyaan yang belum terjawab dalam kasus ini.
Berita Terkait
-
Israel Kembali Serang Gaza, Komisi I DPR Minta RI Lebih Aktif Tekan Institusi Internasional
-
Maia Estianty Ngaku Dulu Biaya Sewa Rumah Dibantu Emilia Contessa, Ahmad Dhani Murka
-
Ratusan Warga Serang Masih Mengungsi, Banjir Dominasi Bencana Hidrometeorologi
-
Horor di Serang! Makam 7 Tahun Dibongkar, Tengkorak Jenazah Raib Misterius
-
Bhayangkara FC Resmi Rekrut 3 Pemain Asing Baru Untuk Perkuat Lini Serang, Siapa Saja?
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar