SuaraCianjur.id- Momen Natal pada tahun ini bagi warga Kabupaten Cianjur penuh dengan haru, usai diguncang gempa bumi berkekuatan 5,6 magnitudo beberapa waktu lalu.
Mereka terpaksa menjalni prosesi ibadah Natal tanpa Gereja, pasca diguncang gempa bumi di bulan lalu. Warga Cianjur yang merayakan Natal terpaksa menjalani rangkaian acara di luar reruntuhan bagunan gereja.
Tenda besar didirikan di halaman Gereja Santo Petrus Kota Cianjur. Kendati sederahana tapi suasana tetap kekhidmatan ketika umat Nasrani menjalani proisesi ibadahnya.
Menurut Ketua Panitia Natal di Gereja Santo Petrus, Intan Simarmata, mengatakan kalau ibadah Natal tidak dilaksanakan dalam gereja karena selain bangunan mengalami kerusakan cukup berat, warga juga masih trauma dengan gempa Cianjur.
“Peniadaan kegiatan ibadah di dalam gereja juga untuk menghindari rasa trauma, apabila terjadi gempa susulan yang dapat menggangu jalannya ibadah keagamaan,” ungkap Intan, Minggu (25/12) kemarin.
Intan menyebut ada 700 warga Cianjur yang ikut melaksanakan Natal sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi.
"Sabtu sama Minggu pagi sepertinya ada 700 warga yang hadir disini. Mereka antusias sekali walaupun situasi seperti ini. Warga tetap suka cita untuk bergabung merayakan natal bersama," terang Intan.
Sementara itu seorang jemaat Gereja Santo Petrus, bernama Supri mengaku kalau warga Cianjur harus bangkit usai peristiwa gempa bumi terjadi.
Memang gempa yang menewaskan ratusan orang dan membuat luluh lantak sebagai wilayah Cianjur, menyisakan rasa trauma yang duka yang dalam. Dia yakin usai gempa terjadi kalau warga Cianjur bisa kembali bangkit.
"Saya sangat optimis terhadap kebangkitan Cianjur. Toleransi antar umat beragama dalam masa darurat kemarin juga telah menjadi bukti bahwa kita bisa bangkit bersama," terangnya.
Situasi yang terjadi sekarang diharapkan bisa menjadi kebangkitan warga Cianjur dan sikap toleransi antarumat beragama.
Perlu diketahui kalau masa tanggap darurat sudah beralih ke masa transisi pemulihan.
BNPB secara konsisten masih terus mendampingi pihak pemerintah setempat, untuk masa tanggap darurat, transisi pemulihan, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi. (*)
Sumber: Suara.com
Berita Terkait
-
Polres Cianjur Terapkan Skema Ini Hindari Macet di Menuju Puncak, Tahun Lalu Pernah Diterapkan
-
Detik Terakhir Pencarian Sisa Korban Longsor Gempa Cianjur Terus Dilakukan, Korban Tewas Tembus 600 Jiwa
-
Ini yang Dilakukan dr.Zaidul Akbar Terhadap Para Korban Gempa Cianjur, Perlu Makanan Berserat dan Nutrisi
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Dijaga Ketat 7 Ribu Personel, Ribuan Jemaah Mulai Padati Monas Jelang Zikir Bersama Prabowo
-
3 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Agustus 2026, Besok Minggu Datang Hoki
-
Review Viva Moisturizer Gel Glowing White, Pelembap Rp30 Ribuan Atasi Kulit Kering dan Kusam
-
James Riady Pastikan Mal Lippo Tak Dipagari
-
Forrest Gump: Kebijaksanaan Emosional di Tengah Turbulensi Sejarah
-
Berapa Daya Listrik Kulkas Mini Portable? Cek Penjelasan dan Rekomendasi Produknya
-
3 Pilihan Sepatu Lari Lokal untuk Tempo Run Terbaik, Kualitas Setara Brand Luar Negeri
-
Tak Ingin Jakarta Hilang Akar, Pramono Jani Perkuat Lembaga Adat Betawi
-
Lampu Mati Berujung Kobaran Api: Bus Mewah Double Decker Gunung Harta Hangus di Tol Madiun
-
Review Novel Hyouka: Misteri Sederhana yang Menyimpan Rahasia 33 Tahun