/
Senin, 26 Desember 2022 | 08:06 WIB
Perayaan Natal Tahun 2022 di Kabupaten Cianjur, warga setempat melaksanakan ibadah di luar ruangan. (Foto: Suara.com / Dok Istimewa)

SuaraCianjur.id- Momen Natal pada tahun ini bagi warga Kabupaten Cianjur penuh dengan haru, usai diguncang gempa bumi berkekuatan 5,6 magnitudo beberapa waktu lalu.

Mereka terpaksa menjalni prosesi ibadah Natal tanpa Gereja, pasca diguncang gempa bumi di bulan lalu. Warga Cianjur yang merayakan Natal terpaksa menjalani rangkaian acara di luar reruntuhan bagunan gereja.

Tenda besar didirikan di halaman Gereja Santo Petrus Kota Cianjur. Kendati sederahana tapi suasana tetap kekhidmatan ketika umat Nasrani menjalani proisesi ibadahnya.

Menurut Ketua Panitia Natal di Gereja Santo Petrus, Intan Simarmata, mengatakan kalau ibadah Natal tidak dilaksanakan dalam gereja karena selain bangunan mengalami kerusakan cukup berat, warga juga masih trauma dengan gempa Cianjur.

“Peniadaan kegiatan ibadah di dalam gereja juga untuk menghindari rasa trauma, apabila terjadi gempa susulan yang dapat menggangu jalannya ibadah keagamaan,” ungkap Intan, Minggu (25/12) kemarin.

Intan menyebut ada 700 warga Cianjur yang ikut melaksanakan Natal sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi.

"Sabtu sama Minggu pagi sepertinya ada 700 warga yang hadir disini. Mereka antusias sekali walaupun situasi seperti ini. Warga tetap suka cita untuk bergabung merayakan natal bersama," terang Intan.

Sementara itu seorang jemaat Gereja Santo Petrus, bernama Supri mengaku kalau warga Cianjur harus bangkit usai peristiwa gempa bumi terjadi.

Memang gempa yang menewaskan ratusan orang dan membuat luluh lantak sebagai wilayah Cianjur, menyisakan rasa trauma yang duka yang dalam. Dia yakin usai gempa terjadi kalau warga Cianjur bisa kembali bangkit.

Baca Juga: Presiden Jokowi Minta Sekolah SDN Sukamaju 1 di Cianjur Segera Dibangun, Anak-anak Harus Sekolah Lagi

"Saya sangat optimis terhadap kebangkitan Cianjur. Toleransi antar umat beragama dalam masa darurat kemarin juga telah menjadi bukti bahwa kita bisa bangkit bersama," terangnya.

Situasi yang terjadi sekarang diharapkan bisa menjadi kebangkitan warga Cianjur dan sikap toleransi antarumat beragama.

Perlu diketahui kalau masa tanggap darurat sudah beralih ke masa transisi pemulihan.

BNPB secara konsisten masih terus mendampingi pihak pemerintah setempat, untuk masa tanggap darurat, transisi pemulihan, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi. (*)

Sumber: Suara.com

Load More