SuaraCianjur.id- Shin Tae-yong diminta diam oleh pelatih Timnas Vietnam Park Hang-seo kalau Indonesia kalah dari Vietnam dalam pertandingan leg kedua semifinal Piala AFF 2022.
Hal ini dikatana oleh Park Hang-seo buntut dari klaim Shin Tae-yong kalau kualitas Vietnam sejajar sama Indonesia.
Enam tahun terakhir kalau Indonesia selalu sulit berhadapan dengan Vietnam. Terhitung dari tanggal 7 Desember 2016 kalau Timnas Indonesia hanya dua kali imbang dan dua kali kalah dari Vietnam.
“Saya tidak sering mengevaluasi tim lain, tetapi mereka memang telah meningkat. Tapi saya ingin melihat apa yang dikatakan Shin dalam hasil pertandingan. Jika kami kalah besok, saya akan mengakui pendapatnya, kalau tidak tolong jangan bicara lagi," ucap Park Hang-seo dilansir dari Vietnamnews, Senin (9/1/2023).
Shin Tae-yong sebelumnya menyampaikan kalau level permainan Indonesia dan Vietnam sama, jadi Vietnam adalah lawan yang tangguh.
Tapi Shin Tae-yong merasa yakin kalau Indonesia mampu merebut kemenangan dari Vietnam. Tim Indonesia dinilai sudah berkembang dalam sepak bolanya, sehingga Vietnam dan Indonesia berada di level yang sama.
“Saya dapat mengatakan bahwa, tim Vietnam adalah tim yang kuat. Sebelumnya Vietnam dan Thailand adalah dua tim terkuat di Asia Tenggara. Ketika saya pergi ke Indonesia, tim Indonesia semakin baik setiap hari. Level saat ini antara Indonesia dan Vietnam adalah sama," jelas Shin Tae-yong. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik