SuaraCianjur.id - Megawati Soekarnoputri kembali memberikan pernyataan kontroversial. Kal ini, presiden RI ke-4 tersebut mengatakan ibu-ibu yang senang pergi ke pengajian berisiko menelantarkan anak dan keluarga.
Pernyataan ini diutarakan saat ia jadi pembicara kunci pada Seminar Nasional Pancasila dalam Tindakan: Gerakan Semesta Berencana Mencegah Stunting, Kekerasan Seksual pada Anak dan Perempuan, Kekerasan dalam Rumah Tangga, serta Mengantisipasi Bencana yang digelar BKKBN, BPIP dan BRIN.
"Saya melihat ibu-ibu itu, maaf ya sekarang kan kayaknya budayanya, beribu maaf jangan lagi nanti saya di-bully. Kenapa toh Seneng banget ngikut pengajian?" sebut Megawati.
"Maaf beribu maaf, saya sampai mikir gitu ini pengajian ini sampai kapan ya? Anaknya mau diapain?" lanjutnya.
Ketua umum PDI Perjuangan itu tidak hanya sekali-dua kali melontarkan statement yang memicu polemik, yang hasilnya membuat masyarakat akar rumput ikut berdebat.
Bahkan tidak jarang, perkataannya dianggap merendahkan masyarakat menengah ke bawah, seperti melarang anaknya menikah dengan pasangan yang mirip tukang bakso.
Hingga terbaru, melarang cucunya berpacaran dengan orang pendek dan jelek.
Sementara itu mengutip Suara.com, Sabtu (18/2/2023) disebutkan jika para peneliti menemukan usia tua adalah masa kanak-kanak kedua atau berperilaku seperti anak-anak.
Meski terkesan sebagai pandangan stereotip, namun ini dikaitkan dengan teori humoral tentang penuaan, karena saat itu orangtua membutuhkan perawatan, karena demensia, dan hubungan antara masa kanak-kanak dengan usia tua.
Masa kanak-kanak kedua juga diartikan sebagai tahap kehidupan dimana siklus hidup kembali ke awal.
Sedangkan menurut situs Pew Research menyebutkan, anak muda usia 18 hingga 29 tahun menganggap bahwa mereka yang berusia lebih dari 60 tahun dianggap sudah tua, dan dikatakan sudah berusia paruh baya ketika sudah berusia 70 tahun.
Ini juga sesuai dengan riset yang menunjukan lebih dari 60 persen orang berusia 65 tahun ke atas, merasa lebih muda dibanding usianya saat ini.
Selain itu menurut Stellar Care, disebutkan ada beberapa sebab lansia berperilaku seperti anak kecil, dari mulai merasa bingung, merasa kehilangan kendali atau depresi.
Kebingungan terjadi umumnya bisa disebabkan oleh kesehatan mental yang memburuk dan hilang ingatan.
Sedangkan lansia bisa kehilangan kendali karena kesehatannya yang menurun, termasuk pengetahuan rendah hingga hilang keleluasaan untuk bergerak. (*)
Tag
Berita Terkait
-
Rahasia Umum, Refly Harun Sebut Megawati Adalah Oligarki Yang Lebih Berkuasa Dibanding Presiden
-
Megawati Ulang Tahun Ke-76 Hari Ini, Selamat Bu! Semoga Berumur Panjang dan Terus Pimpin PDIP.
-
Preteli Kekuasaan Megawati, Rocky Gerung Sebut Perintah Jokowi ke Prabowo Bentuk Politisasi BIN
-
Megawati Nyapres Lagi di Pilpres 2024, Puan Maharani: Gila, Enggak lah
-
Tanggapan Puan Maharani Soal Kabar Megawati Maju Jadi Capres 2024, Dapat Izin Keluarga?
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Head to Head Timnas Indonesia vs Mozambik, Hapus Tren Buruk Lawan Tim Afrika
-
Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia Hadapi Mozambik: Pilar Cadangan Unjuk Gigi
-
Prediksi Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday 9 Juni 2026
-
Berada di Polda Sumsel, Bupati Edison Dijadwalkan Dibawa ke Jakarta Besok Pagi usai OTT KPK
-
BRI Salurkan Rp9,21 Triliun Kredit Perumahan, Tertinggi Secara Nasional
-
Dukung Program Perumahan Nasional, Penyaluran KPP BRI Tembus Rp9,21 Triliun
-
BRI Jadi Penyalur Terbesar Kredit Program Perumahan Nasional, Realisasi Rp9,21 Triliun
-
BRI Perkuat Akses Keuangan di 5 Pulau Halmahera Selatan Lewat Teras Kapal
-
BRI Salurkan KUR Rp2,5 Miliar untuk Masyarakat Pesisir Halmahera Selatan Lewat Teras Kapal
-
BRI Didukung 705 Agen BRILink untuk Perluas Layanan di Halmahera Selatan