SuaraCianjur.id – Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI sudah selesai diselenggarakan. Hasil dari KLB ini memutuskan Erick Thohir sebagai ketua umum PSSI, dan Zainuddin Amali serta Ratu Tisha sebagai wakil ketua umum PSSI. KLB ini diselenggarakan di Hotel Shangril-La, Jakarta Pusat, Kamis (16/2/2023).
Dalam prosesnya, KLB ini diwarnai beberapa kejadian menarik, khususnya saat pemilihan wakil ketua umum. Saat hasil pemilihan pertama, Zainuddin Amali dan Yunus Nusi berhasil meraih suara terbanyak mengalahkan calon lainnya. Namun beberapa saat kemudia, terjadi proses karena ada beberapa suara dari calon lainnya tidak masuk dalam hitungan.
Akhirnya, pemilihan dilakukan ulang. Hasilnya sangat mengejutkan, Ratu Tisha meraih suara terbanyak, disusul oleh Yunus Nusi. Sementara Menpora Zainuddin Amali meraih suara terbanyak ketiga sehigga tidak dapat menjabat sebagai wakil ketua umum.
Tak berhenti sampai disitu, drama terjadi setelah dilakukan pemilihan ulang. Yunus Nusi secara mengejutkan mengundurkan diri, sehingga jabatan wakil ketua umum otomatis diisi oleh Zainuddin Amali, mendampingi Ratu Tisha.
Drama KLB ini tentunya menarik perhatian berbagai pihak, salah satunya adalah peneliti Indonesian Corruption Watch (ICW), Emerson Yuntho. Menurutnya, adalah hal yang wajar ketika KLB selalu diwarnai unsur politis.
“ Lagi-lagi menegaskan bahwa KLB itu selalu diwarnai aroma-aroma tak sedap, soal politik uang, kemudia tadi sudah jelas ketika ada proses yang menurut kita unfair, tidak sesuai skenario, kemudian dipersoalkan, akhirnya muncul nama baru Ratu Tisha,” kata Emerson dalam acara podcast diakun youtube R66.
Emerson juga menambahkan bahwa pemilihan ulang yang terjadi beserta hasilnya, dapat dilihat bahwa terjadi politisasi dalam tubuh PSSI.
“ini menjukkan bahwa terjadi politisasi disitu, diluar itu harus dilihat solat isu fakta integritas yang tidak berjalan di proses pemilihah ini, baik sebelum atau sesudah,” lanjut Emerson.
Emerson menduga bahwa publik khawatir adanya jual beli suara secara terselubung. Dirinya juga menyoroti Komite Pemilihan (KP) tidak ada semangat membangun pemilihan yang berintegritas. (*)
Baca Juga: Ditagih Janji Penggunaan VAR, Ketua Umum PSSI Erick Thohir Berikan Jawaban Mengecewakan
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
Terkini
-
Ramadan Lebih Nyaman dengan Akses Air Minum Bersih dan Halal di Ruang Publik
-
35 Link Twibbon Ramadan 2026 Gratis Download dan Langsung Pakai
-
Harmoni dalam Perbedaan: Refleksi Nyepi dan Dinamika Idulfitri di Indonesia
-
Ivan Kolev Sentil Tren Naturalisasi di Timnas Indonesia: Era Saya Pemain Lokal Diutamakan
-
30 Ucapan Selamat Idul Fitri dalam Bahasa Inggris yang Berkesan dan Elegan
-
Aira Yudhoyono Tembus UI Jalur Prestasi, Annisa Pohan Bongkar Perjuangan Sang Putri
-
Nyepi 2026, Bali Hening Total, Jalanan dan Tol Sepi Tanpa Aktivitas
-
10 Pantun untuk Minta THR Lucu, Cara Kreatif Bikin Lebaran Penuh Tawa
-
Idulfitri 2026 di Solo, Ini Panduan Lengkap Salat Id dan Tradisi Khas Kota Budaya
-
Niat dan Tata Cara Mandi Sebelum Sholat Idulfitri, Perhatikan Urutannya