- Iran mengklaim menyerang kapal perang Amerika Serikat dengan dua rudal balistik di dekat Selat Hormuz pada Senin (4/5/2026).
- Pihak Amerika Serikat secara tegas membantah klaim serangan tersebut meskipun ketegangan militer terus meningkat di wilayah perairan strategis itu.
- Blokade Iran terhadap Selat Hormuz menyebabkan harga minyak dunia melonjak drastis hingga lima puluh persen dan mengganggu perdagangan global.
Suara.com - Iran mengklaim menghantam kapal perang Amerika Serikat memakai dua rudal balistik, Senin (4/5/2026).
Kapal perang AS itu, dikutip dari Reuters, dirudal karena berniat memasuki Selat Hormuz yang kekinian masih ditutup oleh Iran.
Kantor berita semi-pemerintah Iran, Fars, melaporkan dua rudal telah menghantam kapal perang AS di dekat pelabuhan Jask, yang terletak di pintu masuk selatan selat strategis tersebut.
Lokasi ini merupakan pangkalan penting bagi Angkatan Laut Iran. Pihak Iran menyatakan langkah ini diambil sebagai bentuk peringatan keras terhadap apa yang mereka sebut sebagai armada 'American-Zionist'.
Namun, AS membantah klaim tersebut. Seorang pejabat senior AS, sebagaimana dilaporkan oleh jurnalis Axios, Barak Ravid, dengan tegas membantah laporan bahwa kapal mereka terkena tembakan rudal.
Meski demikian, laporan tersebut telah menciptakan gelombang kekhawatiran di pasar internasional, mengingat posisi Selat Hormuz sebagai urat nadi perdagangan minyak dunia.
Peringatan Keras dan Blokade Jalur Strategis
Iran sebelumnya telah mengeluarkan peringatan keras kepada pasukan AS agar tidak memasuki wilayah perairan strategis tersebut.
Komando terpadu militer Iran, telah menginstruksikan kapal-kapal komersial dan tanker minyak untuk menahan diri dari gerakan apa pun yang tidak dikoordinasikan dengan militer Iran.
Baca Juga: Merz Sebut Kebijakan Donald Trump 'Pukulan Telak', Jerman Tetap Upayakan Damai Dagang
Ali Abdollahi, kepala komando terpadu pasukan Iran, dalam pernyataan resmi menegaskan kendali penuh mereka atas wilayah tersebut.
"Kami telah berulang kali mengatakan, keamanan Selat Hormuz berada di tangan kami, dan bahwa kelancaran lalu lintas kapal perlu dikoordinasikan dengan angkatan bersenjata," Abdollahi.
Ia juga menambahkan ancaman eksplisit bagi kekuatan asing yang mencoba mendekat.
"Kami memperingatkan setiap pasukan bersenjata asing, terutama Angkatan Darat AS yang agresif, akan diserang jika mereka berniat mendekati dan memasuki Selat Hormuz."
Sejak konflik pecah lebih dari dua bulan lalu, Iran telah memblokir hampir semua pengiriman keluar-masuk Teluk, kecuali kapal milik mereka sendiri.
Langkah ini telah memutus sekitar seperlima dari pengiriman minyak dan gas dunia. Dampaknya sangat terasa bagi ekonomi global.
Berita Terkait
-
Merz Sebut Kebijakan Donald Trump 'Pukulan Telak', Jerman Tetap Upayakan Damai Dagang
-
Militer Iran Ultimatum Donald Trump: Berani Masuk Selat Hormuz, Kami Serang!
-
Kebijakan Terbaru Donald Trump Bikin Kanselir Jerman Kesal: Kasih Pukulan ke Seluruh Eropa
-
Gegara Cuitan Trump, Iran Peringatkan AS: Jangan Berani Sentuh Selat Hormuz!
-
Kenapa Donald Trump Tolak Proposal Iran Akhiri Perang? Apa Isinya?
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Istri Polisi di Medan Diduga Bunuh Diri Pakai Senpi Suami
-
Soal Proyek LRT City, Iwan Aras Tegaskan ADCP Harus Tanggung Jawab Atas Konsumen
-
Malan Ini Lawan Indonesia, Pelatih Vietnam Geram dengan Wartawan: Jangan Bongkar Kelemahan Kami
-
Kebakaran KM Mutiara Sentosa II: Lima Orang Meninggal, KNKT Selidiki Penyebab
-
Menuju Akreditasi Unggul 2027, Universitas Muhammadiyah Jambi Gelar Baitul Arqam Dosen & Tendik
-
Perusahaan Fintech Tak Pernah Berubah? Justru Itu yang Harus Diwaspadai
-
Komisi VI: Tantangan Kopdes Merah Putih Kini Bukan Sosialisasi, tetapi Kepercayaan Publik
-
Kasus Bigmo Dinilai Ancam Anak Jadi Target Promosi Vape, FKBI Desak Polisi Lanjutkan Proses Hukum
-
Bukan Sekadar Angka di Layar: Menagih Kedaulatan Rupiah dan Jurus BI Lepas dari Kecanduan Dolar
-
Pemerintah Luruskan Aturan Ekspor Logam Tanah Jarang, Produk Ikutan Tak Dilarang