/
Selasa, 07 Maret 2023 | 14:29 WIB
Pemerintah memprediksi soal masyarakat yang melakukan mudik lebaran di tahun 2023 akan mengalami peningkatan, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor. (Foto: Suara.com / ANTARA)

SuaraCianjur.id- Potensi jumlah masyarakat yang akan melakukan mudik di lebatan Idul Fitri tahun diperkirakan akan meningkat.

Menurut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Badan kebijakan Transportasi, melakukan survei terhadap potensi jumlah orang yang berencana untuk mudik.

Haslinya diprediksi ada sekitar 123,8 juta yang akan melakukan perjalanan mudik di lebaran tahun sekarang.

Hasil angka tersebut diklaim meningkat 14,2 persen, kalau dibandingkan dengan perkiraan jumlah orang yang mudik di tahun 2022 kemarin, yang hanya 85,5 juta orang.

"Melihat potensi pergerakan masyarakat yang begitu tinggi pada masa mudik tahun ini, kami bersama pemangku kepentingan terkait, akan menyiapkan langkah-langkah antisipasi," kata Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, dikutip dari Saura.com, Selasa (7/3/2023).

Budi mengatakan faktor yang membuat masyarakat ingin melakukan mudik karena sudah dicabutnya kebijakan PPKM, memsuki masa pra endemi atau mendekati normal pasca pandemi Covid-19.

Tak hanya itu, faktor perekonomian yang semakin membaik, tidak ada pembatasan atau larangan perjalanan, dan persepsi positif dari masyarakat pada penyelenggaraan Angkutan Lebaran tahun 2022 lalu.

"Maka itu kami telah menyiapkan langkah antisipasi sejak awal tahun. Selain itu evaluasi dari penyelenggaraan mudik serta Natal dan tahun baru sebelumnya, menjadi bekal penting sebagai pelajaran agar tahun ini bisa lebih baik lagi," jelas Budi.

Budi secara rinci menyebutkan jika masyarakat yang hendak melakukan mudik didominasi dari Pulau Jawa sebesar 63,5% atau sekitar 77,3 juta.

Baca Juga: Kendaraan Ramah Lingkungan Terus Didorong, Pemerintah Beri Subsidi Kendaraan Listrik

Sementara itu untuk daerah asal pemudik terbanyak yakni pertama dari wilayah Porvinsi Jawa Timur 17,1 persen sebanyak 21,2 juta orang. Lalu Provinsi Jawa Tengah 15,1 persen  atau sekitar 18,7 juta orang.

Di wilayah Jabodetabek sebesar 14,8 persen atau 18,3 juta orang. Dari provinsi Jawa Barat 12,1 persen atau 14,9 juta orang, dan Sumatera Utara 3,6 persen atau sekitar 4,4 juta orang.

Selain itu ada lima daerah tujuan perjalanan masyarakat yang dinilai tertinggi.

Pertama Jawa Tengah 26,45 persen atau 32,75 juta orang, lalu Jawa Timur 19,87 persen atau 24,6 juta orang, Jawa Barat sebanyak 16,73 persen atau 20,72 juta orang, Jabodetabek 6,52 persen atau 8,07 juta orang, dan Yogyakarta 4,78 persen atau 5,9 juta orang.

Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada tahun ini akan berlangsung di waktu H-1 atau hari Jumat tanggal 21 April 2023. Sementara peningkatan perjalanan masyarakat yang mudik, akan dimulai sejak H-3 atau tepatnya di hari Rabu tanggal 19 April 2023.

Untuk puncak arus balik diprediksi terjadi pada H+2 tepatnya hari Selasa tangggal 25 April 2023.

Load More