SuaraCianjur.Id- Parkinson adalah penyakit neurodegeneratif yang umum terjadi pada usia lanjut.
Penyakit ini mempengaruhi kemampuan seseorang untuk mengendalikan gerakan dan dapat memburuk seiring berjalannya waktu.
Menurut Dr. Michael Okun, profesor neurologi di Universitas Florida dan direktur Pusat Pengobatan Parkinson di Rumah Sakit Shands di Gainesville, "Parkinson adalah sebuah penyakit neurodegeneratif, di mana otak mulai kehilangan sel-sel saraf yang menghasilkan dopamin, sebuah bahan kimia yang membantu mengontrol gerakan tubuh."
Dalam bukunya "Parkinson's Disease: A Complete Guide for Patients and Families," Dr. William Weiner menjelaskan bahwa "penyakit Parkinson biasanya dimulai dengan gejala ringan seperti tremor, kaku otot, dan kekakuan tubuh."
Namun, gejala ini dapat memburuk seiring berjalannya waktu, dan dapat menyebabkan kesulitan dalam berjalan, berbicara, dan melakukan aktivitas sehari-hari.
Meskipun belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan penyakit Parkinson, ada beberapa terapi yang dapat membantu mengatasi gejala.
Menurut sebuah artikel di jurnal "The Lancet Neurology," terapi fisik dan latihan dapat membantu meningkatkan keseimbangan, fleksibilitas, dan kekuatan otot pada pasien Parkinson.
Selain itu, terapi perilaku kognitif juga dapat membantu mengurangi gejala depresi dan kecemasan pada pasien Parkinson.
Meskipun ada berbagai terapi yang dapat membantu pasien Parkinson, penting untuk memahami bahwa setiap individu memiliki pengalaman yang unik dengan penyakit ini. (*)
Baca Juga: Gudang Grosir di Cipinang Dilalap Api, Kerugian Fantastis
(*/Haekal)
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Bantah Tudingan Zalim, Polisi Ungkap Perlakuan ke Roy Suryo dan dr Tifa di Tahanan
-
Bukan Soal Nafkah, Ini Alasan Utama Ruben Onsu Laporkan Masalah Anak ke KPAI
-
3 Saham Paling Banyak Dibeli pada Sesi I, IHSG Ambrol di Zona Merah
-
Tips Mengoleksi Merchandise Piala Dunia 2026 untuk Penggemar Sepak Bola
-
Apakah Viva Covering Cream Oksidasi? Simak Manfaat, Harga, dan Review Pengguna
-
Gubernur BI: UMKM Jangan Langsung Diberi Modal
-
Buka Pasar Murah dan Pameran UMKM di Papua, Wamendagri Ribka Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif
-
Geger di Lintasan Mandiri Jogja Marathon, Insiden Marshal dan Ajudan Danrem Berakhir Damai
-
Pra-Acara Day of Petroleum 2026: Konservasi Penyu, Tanam Pandan, dan Bersih Pantai di Patihan
-
Listrik Jawa Byar Pet, Bos PLN Minta Maaf Sebelum Menghadap Prabowo di Istana