SuaraCianjur.Id- Buka puasa adalah momen yang dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia setiap tahunnya.
Namun, jika tidak diatur dengan baik, buka puasa yang berlebihan bisa menimbulkan berbagai penyakit.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh National Institutes of Health (NIH), makan berlebihan saat buka puasa bisa memicu peningkatan risiko obesitas dan diabetes.
Selain itu, makanan yang diolah dengan cara yang tidak sehat, seperti makanan berlemak dan berkalori tinggi, juga bisa meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan kolesterol.
Dalam bukunya yang berjudul "Diet for a New America", John Robbins menulis bahwa kebiasaan makan yang berlebihan saat buka puasa dapat memicu berbagai masalah kesehatan.
"Buka puasa yang berlebihan dan makan dengan cepat akan menimbulkan banyak masalah kesehatan, seperti obesitas, diabetes, dan kolesterol tinggi," tulis Robbins.
Para ahli gizi merekomendasikan untuk membatasi asupan makanan saat buka puasa dan memilih makanan yang sehat dan bergizi.
Dalam rangka menjaga kesehatan, penting bagi kita untuk mengatur pola makan saat buka puasa dan memilih makanan yang sehat dan bergizi.
Jangan sampai kita tergoda untuk makan berlebihan dan mengabaikan kesehatan tubuh kita. Yuk, mulai jaga kesehatan dengan makan yang sehat dan seimbang. (*)
Baca Juga: Kulit Kepala Berminyak, Shireen Sungkar Ungkap Pentingnya Jaga Kesehatan Rambut Meski Pakai Hijab
(*/Haekal)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim