/
Selasa, 18 April 2023 | 10:05 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo jelaskan bahwa untuk pengamanan jalur mudik rawan begal, Polri sudah menyusun satgas di jalur rawan. (Suara.com/Bagaskara)

SUARA CIANJUR- Polri sebagai pemegang kendali pengamanan mudik Lebaran 2023 telah menyiapkan satuan tugas (satgas) pengamanan khusus untuk jalur-jalur yang rawan tindak pidana seperti bajing loncat (begal) dan penodongan.

"Wilayah-wilayah yang potensi terjadi tindak pidana bajing loncat, penodongan, dan sebagainya, kami telah siapkan satgas pengamanan, yang merupakan gabungan dari Brimob, reserse, dan TNI untuk melakukan penyisiran," kata Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo di Jakarta, Senin.

Polri dengan resmi memulai operasi pengamanan mudik 2023 dengan sandi Operasi Ketupat dengan melaksanakan apel gelar pasukan di Silang Monas, Jakarta. Apel yang sama dilaksanakan serentak di polda se-Indonesia.

Dalam operasi ini, Kapolri mengerahkan 148.261 personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, kementerian yang terkait, BNPB, BMKG, Basarnas, Pertamina, Jasa Raharja, satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pramuka, dan mitra Kamtibmas lainnya.

Personil tersebut ditempatkan di 2.787 posko yang terdiri dari 1.857 pos pengamanan yang berfungsi untuk pusat informasi, pengaturan, dan rekayasa arus lalu lintas serta memastikan keamanan maupun ketertiban pada objek wisata, pusat perbelanjaan, dan pusat keramaian lainnya.

Lalu, sebanyak 713 pos pelayanan yang berfungsi sebagai tempat istirahat pengemudi, manajemen rest area, pelayanan kesehatan, pemberian takjil gratis, dan berbagai layanan lainnya.

Personil pun disebar ke 217 pos terpadu yang berfungsi untuk pusat kendali operasi serta terintegrasi bersama pemangku kepentingan terkait yang dilengkapi dengan command center. (*) [ANTARA]

Load More