SUARA CIANJUR - Mudik lebaran adalah budaya terutama bagi umat Muslim di Indonesia, yang pasti setahun sekali akan berlangsung.
Terlepas dari libur panjang yang diberikan tempat kerja, kerinduan pada kampung halaman juga adalah salah satu faktor terjadinya mudik.
Akan tetapi dalam mudik ada beberapa hal yang harus diperhatikan menurut ustaz Khalid Basalamah.
Ia menyampaikan bahwa mudik adalah hal yang baik tetapi pada beberapa hal sering terjadi pada beberapa orang.
Yaitu ketika seseorang mudik dengan niat baik rindu dengan masa kecil di kampung halaman, tapi ketika sudah sampai malah meninggalkan orang tua.
Hal tersebut menjadi poin penting dalam momen mudik, situasi dimana seseorang mementingkan orang lain dibanding orang tuanya sendiri.
“Mudik pulang itu diniatkan dalam hati untuk silaturahim dengan keluarga, Terutama yang masih memiliki orang tua yang masih hidup,” ucap ustaz Khalid Basalamah, dikutip cianjur.suara.com, Rabu (19/4/2023).
Beliau juga menyampaikan bahwa silaturahim adalah hal yang baik sila artinya menyambung hubungan sedangkan rahim adalah punya hubungan kekerabatan.
Dan puncaknya adalah tentu kedua orang tua, beliau juga mengatakan bahwa banyak generasi muda yang niatnya sudah tercapai.
Baca Juga: Bahas World Beach Games 2023, Menpora Dito Temui Gubernur Bali
“Tapi pada saat sudah di kampung bertemu orang tua baru salaman 5-10 menit maka mereka meninggalkan orang tua mereka,” ustaz Khalid Basalamah sampaikan.
Beliau juga menyampaikan maka boleh saja untuk bertemu teman atau nongkrong tapi utamakan kedua orang tua,
Bisa saja kedua orang tua rindu pada cerita cerita anaknya bekerja, rindu akan anak cucunya yang mungkin hanya setahun sekali bertemu,
jadi jangan sampai mengutamakan orang lain dibanding orang tua, terutama saat mudik tahun ini.
(*/Tigor Hutabarat)
Sumber: YouTube / Khalid Basalamah Official
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan