SUARA CIANJUR – Proses naturalisasi Justin Hubner menuai polemik. Sempat digadang-gadang akan jadi pemain timnas Indonesia, akhirnya pemain kelahiran Belanda tersebut batal dinaturalisasi.
Muncul dugaan bahwa batalnya proses naturalisasi ini karena pihak Justin Hubner meminta sejumlah uang kepada PSSI.
Menanggapi hal ini, pengamat sepak bola, Kusnaeni menganggap bahwa Justin Hubner sebetulnya tidak sangat dibutuhkan oleh timnas Indonesia.
"Tapi setelah Piala Dunia itu berlalu, mungkin kita butuh dia untuk Timnas senior. Tapi sebenarnya kita enggak perlu-perlu amat," ujar pria yang akrab disapa Bung Kus tersebut, dikutip dari laman Instagram @lamantimnas, Kamis (20/4/2023).
Bung Kus menambahkan bahwa saat ini, lini pertahanan timnas sudah memiliki pemain yang mumpuni, seperti Elkan Baggot, Rizky Ridho, Jordi Amat, dan yang lainnya.
Justin Hubner adalah pemain kelahiran Belanda, 14 September 2003. Saat ini diriny sedang membela klub liga Inggris, Wolverhampton Wanderers U21. Dirinya sudah tampil dalam 15 pertandingan dan menyumbang satu assist.
Selain Justin Hubner, PSSI juga sebelumnya berencana akan menaturalisasi pemain lainnya seperti Shayne Pattynama, Rafael Stuick, Ivan Jenner.
Shayne Pattynama dikabarkan hanya tinggal menyatakan sumpah warga negara, sedangkan dua pemain lainnya baru sampai tahapan persetujuan dari DPR RI dan Setneg.
Sebelumnya, PSSI juga telah resmi menaturalisasi Jordi Amat dan Sandy Walsh. (*)
Baca Juga: 8 Potret di Balik Layar Queenmaker, Drakor Baru Kim Hee Ae yang Beradu Akting dengan Moon So Ri
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Belajar Bisnis Media di Chongqing, Bantu Branding Daerah lewat Influencer
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2