/
Kamis, 27 April 2023 | 15:44 WIB
Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mendesak pihak-pihak yang berkonflik di Sudan untuk menghormati gencatan senjata (WHO)

SUARA CIANJUR- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menerima dan menyambut dengan baik atas disepakatinya gencatan senjata di Sudan, dan mendesak pada pihak-pihak yang berkonflik untuk sepenuhnya menghormati genjatan senjata tersebut.

"Pertumpahan darah yang kita lihat selama 10 hari terakhir di Sudan memilukan," pungkas Direktur Jenderal WHO Tedros Ghebreyesus dalam pers pada Rabu (26/4/2023).

Dilansir dari Anadolu, kekerasan yang berlangsung selama konflik antara tentara Sudan dan paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (RSF) di Khartoum dan sekitarnya, sangat merugikan bagian kesehatan.

Pada Senin (24/4/2023), kedua pihak telah menyepakati gencatan senjata selama tiga hari untuk dapat menghentikan kekerasan yang meningkat di negara Afrika Timur itu.

Tedros telah memperkirakan bahwa lebih banyak kematian yang akan disebabkan oleh wabah, kurangnya akses ke makanan dan air, serta gangguan terhadap layanan kesehatan penting lainnya.

"WHO memperkirakan bahwa seperempat nyawa yang hilang sejauh ini seharusnya bisa diselamatkan dengan adanya akses ke pengendalian pendarahan dasar tetapi paramedis, perawat, dan dokter tidak bisa mengakses warga sipil yang terluka, begitupun sebaliknya, warga sipil tidak mengakses layanan kesehatan." ujar Tedros.

Di ibu kota Khartoum, kata ia tercatat 61 persen fasilitas kesehatan tutup dan hanya 16 persen yang bisa beropreasi normal.

Ia menyebut banyak pasien penderita penyakit kronis seperti ginjal, diabetes, dan kanker tidak bisa mengakses fasilitas kesehatan dan dapat obat yang diperlukan. (*) (ANTARA)

Baca Juga: BMKG Deteksi 68 Titik Panas Baru di Kaltim, Tersebar di 3 Kabupaten

Load More