/
Selasa, 02 Mei 2023 | 18:14 WIB
Pihak Rumah Sakit Polri belum memastikan kapan selesainya autopsi jenazah pelaku penembakan di Kantor MUI Pusat. (suara.com/Agung Sandy Lesmana)

SUARA CIANJUR - Pihak Kedokteran Forensik di Rumah Sakit Bhayangkara TK I Raden Said Sukanto atau RS Polri akan melakukan autopsi terhadap jenazah pelaku penembakan di Kantor MUI Pusat.

Brigjen Pol Hariyanto, Kepala Rumah Sakit mengatakan kepada wartawan, autopsi tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab kematiannya.

"Kita tadi memang menunggu permintaan tertulis dari penyidik untuk melakukan autopsi. Tapi, karena suratnya sudah ada, maka saat ini tengah dilakukan pemeriksaan terhadap jenazah pelaku," ungkap Hariyanto.

Beberapa petugas Indonesia Automatic Fingerprint System (Inafis) Polri sempat menyambangi Instalasi Kedokteran Forensik untuk identifikasi jenazah.

"Inafis tentunya mencocokkan identitas dari pelaku apakah sesuai dengan yang di KTP atau tidak. Nanti kita gabungkan semua hasil pemeriksaan dari Inafis maupun kedokteran forensik. Ini kan baru kita periksa," kata Hariyanto.

Ia tidak bisa memastikan kapan dan berapa lama dari proses autopsi terhadap pelaku berinisal M itu selesai dilakukan.

"Ya gak tau. Ketika nanti diperiksa kan apakah nanti ada kesulitan seperti kemarin, harus di uji lab atau sebagainya. Kalau nanti penyebab kematiannya sudah pasti ya tidak perlu uji yang lain," pungkasnya.

Hariyanto menjelaskan bahwa jenazah pelaku tidak mengalami luka-luka.

"Wujud luar itu wujdunya bagus. Artinya tanpa kekerasan yang menimbulkan luka di luar," ujarnya. (*) (ANTARA)

Baca Juga: Pemula Wajib Tahu! 6 Langkah yang Harus Dilakukan Jika Ingin Naik Pesawat

Load More