SUARA CIANJUR - Pada hari Senin, Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian meminta agar seluruh kepala daerah memastikan bahwa pelayanan kesehatan masyarakat tidak terganggu oleh rencana aksi damai nasional yang dilakukan oleh dokter dan tenaga kesehatan yang menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Kesehatan.
"(Kepala daerah) Memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berlangsung," ucap Tito dikutip Antara.
Sekjen Kemendagri Suhajar Diantoro menandatangani surat yang ditujukan kepada gubernur dan bupati/wali kota di seluruh Indonesia atas nama Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian pada tanggal 6 Mei 2023.
Dalam surat tersebut, Tito meminta para kepala daerah untuk memastikan layanan kesehatan kepada masyarakat tidak terganggu selama rencana aksi damai nasional para dokter dan tenaga kesehatan terkait penolakan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Kesehatan pada hari Senin.
Selain itu, Tito juga meminta para kepala daerah untuk mengimbau kepala dinas kesehatan, direktur RSUD, kepala puskesmas, dan para tenaga kesehatan untuk menjaga kondusifitas dan tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Tito juga menginstruksikan kepala daerah untuk meminta kepala dinas kesehatan agar bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk mencegah terjadinya kekosongan layanan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan daerah.
"Kepala daerah juga perlu membuka ruang dialog dengan perwakilan organisasi profesi kesehatan serta forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) dalam rangka penyampaian aspirasi," papar Tito.
Sebelumnya, lima organisasi profesi, yaitu Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) akan melakukan aksi damai pada Senin (8/5) untuk menghentikan pembahasan RUU Kesehatan Omnibuslaw oleh pemerintah, demikian disampaikan oleh Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB-IDI) dalam siaran pers pada Minggu (7/5).
“Aksi damai ini bentuk keprihatinan para organisasi profesi kesehatan melihat proses pembuatan regulasi yg terburu-buru dan tidak memperhatikan masukan dari organisasi profesi yang notabene merupakan pekerja lapangan," terang Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Adib Khumaidi.
Baca Juga: Cek Fakta: Keluarkan Gumpalan Darah, Ida Dayak Berhasil Sembuhkan Ashanty
Adib menjamin bahwa pelayanan kesehatan untuk masyarakat tetap tersedia dengan baik di setiap daerah. (*) (ANTARA)
(*/Haekal)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
- 5 HP Infinix Termurah dengan Fitur NFC yang Canggih, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Quiet Quitting ala ASN: Pilih Jalan Fungsional Biar Gak Jadi Pejabat Struktural
-
Heboh Bayi Hampir Tertukar di RSHS, Ini Peringatan dari Sekda Jabar
-
Sinopsis The House of the Spirits, Kisah 3 Wanita Tangguh di Keluarga Patriarki
-
Hidupkan Car Free Night Palembang, Bank Sumsel Babel Percantik Pedestrian Atmo Lewat CSR
-
Bikin Nafsu Makan Meningkat, Menu Variatif Makan Bergizi Gratis Jadi Primadona Santri Karanganyar
-
Kisah UD Syafina: Berdayakan Warga Lokal dan Peternak Berkat Program Makan Bergizi Gratis
-
Sabar Menanti 20 Tahun, Mimpi Warga Boyolali Punya Jembatan Permanen Akhirnya Terwujud
-
Hasil Super League: Persija Jakarta Bantai Persebaya 3-0 di Stadion GBK
-
Publik Bosan Dengar Klarifikasi Rizky Billar Dituding Pria 'Mokondo' sampai Pamer Honor Sinetron
-
Dibeli Rp 280 Juta, Nenek Ini Ditangkap Hendak Selundupkan 2 Kg di Bandara Silangit