Otomotif / Mobil
Rabu, 27 Mei 2026 | 16:10 WIB
Pelaku industri otomotif menghindari kenaikan harga kendaraan agar tidak menurunkan daya beli konsumen di tengah pelemahan rupiah. [Antara]
Baca 10 detik
  • Gaikindo optimistis industri otomotif nasional tetap positif sepanjang 2026 berdasarkan data penjualan kendaraan hingga April lalu.
  • GIIAS 2026 pada Juli mendatang diharapkan mampu mendorong minat beli masyarakat terhadap berbagai produk kendaraan baru.
  • Pelaku industri otomotif menghindari kenaikan harga kendaraan agar tidak menurunkan daya beli konsumen di tengah pelemahan rupiah.

Suara.com - Di tengah nilai tukar rupiah yang melemah dan berbagai tantangan ekonomi yang terjadi belakangan ini, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) tetap optimistis industri otomotif nasional mampu menjaga tren positif sepanjang 2026.

Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara mengatakan, capaian penjualan kendaraan hingga April 2026 dinilai masih lebih baik dibanding periode yang sama tahun lalu. Karenanya kenaikan harga dikhawatirkan akan mengganggu momentum yang baik ini.

“Kita optimistis. Kalau kita lihat dari capaian sampai bulan April kan masih positif dan itu yang harus kita jaga momentumnya,” ujarnya di Jakarta, Rabu (27/5/2026).

Menurutnya, momentum tersebut penting dijaga agar masyarakat tetap memiliki kepercayaan diri untuk melakukan pembelian kendaraan sekaligus menjaga perputaran industri otomotif nasional.

Optimisme itu diharapkan berlanjut melalui penyelenggaraan pameran otomotif GIIAS 2026 yang akan digelar pada Juli mendatang. Kukuh berharap ajang tersebut dapat kembali mendorong minat beli masyarakat lewat hadirnya berbagai produk dan model baru.

Meski begitu, pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat turut memunculkan kekhawatiran mengenai potensi kenaikan harga kendaraan menjelang pameran otomotif tersebut.

Menanggapi hal itu, Kukuh menilai pelaku industri otomotif tidak akan gegabah langsung menaikkan harga kendaraan hanya karena fluktuasi nilai tukar dalam jangka pendek.

“Pelaku industri otomotif nggak segampang itu untuk menaikkan harga. Karena kalau terlalu gegabah, yang terjadi malah sebaliknya. Orang jadi nahan beli,” katanya.

Ia menjelaskan, ketika konsumen mulai menahan pembelian, dampaknya bisa meluas ke rantai industri otomotif secara keseluruhan.

Baca Juga: GAIKINDO Tantang Merek Baru Berinvestasi Bukan Sekadar Cari Cuan di Indonesia

“Begitu konsumen nahan beli, efeknya panjang. Ada stok barang jadi, stok yang belum jadi, komponen, sampai raw material,” lanjutnya.

Karena itu, Gaikindo berharap optimisme terhadap industri otomotif nasional tetap terjaga agar pasar kendaraan domestik dapat terus bergerak positif sepanjang tahun ini.

Load More