/
Jum'at, 16 Juni 2023 | 18:29 WIB
Prabowo dan Megawati mendapatkan suara dari swing voters atau pemilih yang berpindah partai (Suara.com/Alfian Winanto)

SUARA CIANJUR - Lembaga riset Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) telah merilis hasil survei terbaru mengenai Pemilu 2024, dengan fokus pada kesetiaan pemilih terhadap partai politik dan besaran swing voters di masing-masing partai.

Hasil survei menunjukkan bahwa sebanyak 39,04 persen pemilih partai di Indonesia tidak loyal atau memiliki kemungkinan berpindah partai.

Pemilih yang cenderung berpindah ke partai lain atau tidak memilih disebut sebagai swing voters.

Dalam periode 2019-2023, survei SMRC menemukan bahwa rata-rata pemilih yang loyal di Indonesia adalah sebanyak 60,96 persen, sementara swing voters mencapai 39,04 persen.

Dalam survei ini, terungkap bahwa PDIP dan Gerindra mengalami peningkatan dukungan dibandingkan dengan Pemilu 2019.

“Dalam survei SMRC Mei 2023, ada 16,7 persen publik yang belum menentukan pilihan. PDIP dan Gerindra mendapatkan suara lebih besar dari Pemilu 2019: PDIP dari 19,3 persen menjadi 25,1 persen dan Gerindra dari 12,6 persen menjadi 16,4 persen,” demikian bunyi rilis resmi SMRC.

Sementara itu, partai-partai lainnya mengalami penurunan dukungan dibandingkan dengan hasil Pemilu 2019. Golkar turun dari 12,3 persen menjadi 7,7 persen, PKB dari 9,7 persen menjadi 7,5 persen, Demokrat dari 7,8 persen menjadi 6,7 persen, PKS dari 8,2 persen menjadi 5,1 persen, PAN dari 6,8 persen menjadi 3 persen, dan PPP dari 4,5 persen menjadi 2,4 persen.

Pendiri SMRC, Saiful Mujani, menjelaskan bahwa kenaikan suara PDIP dan Gerindra menunjukkan bahwa kedua partai tersebut berhasil menarik sebagian dukungan dari partai-partai lain yang mengalami penurunan.

Ketika ditanya mengenai sejauh mana kemungkinan mengubah pilihan jika memilih partai, survei ini menunjukkan bahwa 11 persen responden menyatakan kemungkinan sangat besar untuk mengubah pilihan, 25 persen menyatakan cukup besar kemungkinannya, 37 persen menyatakan kecil kemungkinannya, 26 persen menyatakan sangat kecil atau hampir tidak mungkin, dan 1 persen tidak memberikan jawaban. Secara keseluruhan, sekitar 36 persen responden menyatakan kemungkinan untuk mengubah pilihan mereka.

Baca Juga: Alasan Jude Bellingham Mantap Gabung Real Madrid

“Dari semua partai yang ada di parlemen, dalam survei Mei 2023, PDIP menjadi partai dengan jumlah swing voters paling sedikit. Pada PDIP, ada 69 persen pemilih loyal dan 30 persen swing, Gerindra 68 persen loyal dan 31 persen swing, PPP 65 persen loyal dan 35 persen swing, PKB 65 persen loyal dan 34 persen swing, PKS 64 persen loyal dan 35 persen swing, Golkar 60 loyal dan 36 persen swing, Nasdem 57 persen loyal dan 42 persen swing, Demokrat 56 persen loyal dan 42 persen swing, PAN 50 persen loyal dan 45 persen swing,” jelas keterangan tersebut. (*)

Load More